Perkara Pemerkosaan YUNUS Dilimpahkan ke Kejaksaan

Bripka HARSEL Moy, Kanit Reskrim Polsek Siso Polres TTS. 

Citra-News.Com, SOE – SEBAGAI WARGA NEGARA yang baik harus tunduk dengan hukum dan ketentuan yang berlaku di NKRI. Apalagi perkara yang beraroma kriminalitas pasti akan diburu aparat kepolisian sampai tuntas. Dan titik labuhnya adalah bui atau penjara.

Adalah perkara pemerkosaan yang dilakukan terduga YUNUS Tnu. Pria setengah baya yang diduga memperkosa Mawar (bukan nama asli) anak gadis dibawah umur yang adalah adik iparnya sendiri. Akibat perbuatan laksana si Yunus maka Mawar kini harus pindak sekolah ke salah satu SMA di Kupang. Lantaran untuk menutup aib dan malu keluarga besarnya.

“Berkas perkara tersangka Yunus Tnu, pelaku pemerkosaan anak dibawah umur di Desa Salbaik Kecamatan Mollo Barat Kabupaten Timor tengah Selatan (TTS) sudah resmi dimpahkan ke Kejaksaan Negeri SoE.  Kami sudah melimpahkan berkas perkara Yunus tersebut pada Selasa, 3 Desember 2019,”beber Kepala keplisian Sektor (Kapolsek) Siso melalui Bripka Harsel Moy.

Harsel saat dihubungi awak citra-news.com, Selasa pagi menyatakan tersangka Yunus Tnu pelaku pemerkosan terhadap anak di bawah umur tersebut telah resmi ditahan oleh Kejari Soe guna proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Seperti diberitakan Portal Berita  ini tanggal 12 November 2019, Yunus Tnu (37) terpaksa dijebloskan ke sel lantaran memperkosa adik iparnya yang masih berusia 15 tahun.  Perbuatan laknat Yunus tersebut terjadi berualngkali sehingga kakak kandung korban bernama Yumina Kase melaporkan Yunus ke Polsek Siso.

YUMINA Kase (kiri) kakak korban dan YUNUS Tnu (kanan) di Sel Polsek Siso-TTS.

“Saya merasa sakit hati, sedih dan kecewa. Karena hidup adik saya telah dihancurkan oleh kakak ipar. Ini sangat memalukan dan mencoreng nama baik keluarga. Kami pihak keluarga meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan aturan yang berlaku,”ungkap Yumina Kase, kakak kandung korban.

Kapolsek Siso, IPDA Benyamin Natonis ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler mengakui ada laporan polisi tentang kasus pemerkosaan tersebut.

“Benar ada laporan polisi soal pemerkosaan yang dilakukan oknum bernama Yunus Tnu, 37 tahun. Dengan alamat pelaku (Yunus Tnu, red) di Nik’ana Desa Salbait Kecamatan Mollo Barat Kabupaten TTS,”terang Benyamin.

Korban Disetubhi dengan Ancaman

Sementara Kanit Res Polsek Siso, BRIPKA Harsel Moy saat ditemui di ruang pemeriksaan menjelaskan kronologis kejadiannya. Bahwa pada hari Jumat tanggal 08 November 2019, korban bersama kakak kandungnya datang melapor ke Polsek Siso. Dilaporkan ada korban yang telah disetubuhi berulangkali oleh pelaku bernama Yunus Tnu. Bahwa Yunus Tnu adalah suami dari kakak tiri korban.

Korban mengaku, lanjut Harsel, awal kejadiannya korban disetubuhi secara paksa selama tiga kali. Setiap kali pelaku menyetubuhinya tidak dengan cara membujuk, merayu, atau memberi sesuatu kepada. Tapi pelaku (Yunus Tnu) menyetubuhi korban dengan paksaan, serta mengancam korban.

Kata-kata ancaman, jika korban tidak mau melayani nafsu bejatnya maka pelaku tidak akan sekolahkan korban lagi. Ancaman yang kedua bahwa pelaku tidak mengijinkan korban untuk menjenguk orang tua kandungnya yang berdomisili di Takari Kabupaten Kupang. Lalu ancaman yang ketiga adalah jika korban tidak mau melayani nafsu bejatnya maka pelaku akan minum alkohol (sopi) baru memaksa korban untuk melayani nafsu birahinya.

Setelah pelaku mengancam korban maka pelaku pun mulai beraksi dengan cara melucuti satu persatu pakaian korban. Perlu diketahui pelaku dan korban tinggal dalam satu atap (satu rumah). Setiap kali menyetubuhi korban saat  istri pelaku tidak berada di rumah.

Dari keterangan korban bahwa, pelaku menyetubuhi korban secara paksa pertama dan kedua, di kebun. Sedangkan pelaku menyetubuhi korban yang kali ketiga saat pelaku mengaku mau ke camplong, dan saat itu korman menawarkan diri untuk pergi menjenguk orang tua korban yang berdomisili di Takari Kabupaten Kupang. Maka saat itu pelaku pun menyuruh korban bersiap-siap untuk berangkat.

Di tengah perjalanan dari Nik’ana menuju ke Takari, korban dipaksa melayani nafsu bejat pelaku. Setelah pelaku memuaskan nafsu birahinya, pelaku pun mengantar korban ke orang tuanya di Takari.

Karena merasa tertekan dan selalu menjadi budak sex kaka iparnya, maka pada tanggal 0 08 November 2019, korban mengumpulkan orang tua dan saudara-saudarinya untuk melaporkan perilaku bejat dari kakak iparnya. Akhirnya korban di dampingi saudaranya melaporkan perbuatan bejat kakak iparnya ke Polsek Siso.

Setelah menerima dan memeriksa korban, tambah Harsel, maka anggota Polsek Siso menjemput pelaku Yunus Tnu di kediamannya. Saat ini pelaku Yunus Tunu telah diamankan di sel tahanan Polsek Siso.

“Adapun pasal yang disangkakan ke pelaku pelaku adalah, pasal 81 ayat 1, 2, 3, UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” jelah Harsel. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *