
Drs. BENYAMIN Lola, M.Pd (gambar 1 tengah dan gambar 2 kiri) ketika Sertijab Kepala Dinas PK Provinsi NTT pada Pebruari 2019. Doc.CNC/marthen radja -Citra News.
Karena out put SMK yang mampu berdaya saing itu, tegas dia, selain menguasai bidangnya tapi juga mampu berkreasi dan berinovasi. Karena yang terjadi walaupun SMK tapi setelah tamat yang dikerjakan bukan bidang yang dipelajari di sekolah tersebut. Bisa saja anak yang bersangkutan diterima pada bidang lainnya.
Seperti diwartakan sebelumnya Kadis Benyamin bersama Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Kasi Sarana Prasarana (Sarpras) melakukan safari (kunjungan kerja) ke SMKN Polen Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi NTT, pada Selasa 21 Januari 2020.
Dalam ‘blusukan’ Kadis Benyamin mengaku kalau dirinya bersama kepala seksi (Kasi) Kurikulum dan Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) menyempatkan diri hadir di SMKN Polen. Guna melihat dari dekat kondisi sekolah ini, sekaligus memberikan motivasi dan spirit bagi semua penghuni lembaga ini.
Motivasi yang dimaksudkan disini, demikian Benyamin, adalah agar sekolah ini kelihatan bahwa ini benar-benar sekolah. Bukan tempat yang dianggap biasa-biasa saja oleh pihak lain. Jadi hendaknya penghuni lembaga ini membenahi sekolah ini menjadi area belajar yang menyenangkan.
“Jadikan sekolah area yang menyenangkan. Sehingga meskipun sekolah letaknya di kampung atau di desa tapi dapat menghasilkan output (siswa lulusan) yang mampu berdaya saing dengan sekolah yang lainnya. Itulah dikatakan sekolah bermutu. Jadi bukan harus sekolah di kota dikatakan bermutu,”tegasnya. +++ marthen-jor/citra-news.com












