Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Sosbud  

Ternyata NIHIL Jurusan Agrobisnis di SMKN Polen TTS

CitraNews

“Ini saya sedang tunggu print materi yang mau saya paparkan disana. Tapi yang jelas bahwa sema SMA/SMK Negeri harus ada sumbangan bagi PAD kita. Memang cukup besar angkanya dari sebelumnya hanya sekitar 70 juta. Ini yang yang mau saya undang rapat para kepala sekolah bagaimana tanggung jawab mereka,”ujarnya.

Terhadap sumbangan PAD provinsi dari sekolah-sekolah negeri yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi NTT ini, sang Kadis Benyamin harus bekerja ekstra turun ke sekolah-sekolah.

“Kemaren saya dan beberapa staf turun ke SMKN Polen. Itu tanpa SPPD, pokoknya kita jalan saja. Rencana kami ke TTS, TTU, Belu, Malaka tapi sekolah yang kami singgah hanya SMKN Polen. Aduh betapa kagetnya saya setelah melihat tempat praktek siswa tentang beternak ayam. Ada kandangnya tapi tidak ada ayam di dalamnya. Nah ini foto kami baru keluar dari kandang ayam di SMKN Polen,”kata Benyamin setelah ditunjukkan foto oleh awak Citra-News.Com.

Di SMKN Polen kalau tidak salah, jelas Benyamin, mereka punya dua jurusan atau komptensi keahlian (Komli) spesifik yakni soal pengembangan tanaman pertanian dan holtikultura. Juga Komli mengenai agrobisnis yang salah satu usahanya beternak ayam.

Baca Juga :  TIDAK ada JUARA di LOMBA Vokal Grup dan Jingle Bels UPG 1945

“Bagaimana ini jurusan agobisnis ada tapi ayamnya tidak ada, nihil. Makanya setelah memantau di sekitarnya kembali di ruangan rapat baru saya banyak mendengar keluh-kesah kepala sekolah dan para guru yang ada,”ucap Benyamin ketika ditemui di kantornya, Selasa 28 januari 2020.

Baca Juga :  SIDAK ke Sejumlah Hotel dan Swalayan ADPRD NTT Lidik HAL LAZIM Ini

Mantan Pejabat Bpati Alor juga mantan Kadis LH dan Kehutanan Provinsi NTT ini lebih jah mengatakan, sebagai lembaga pendidikan kejuruan, para guru di SMKN Polen mestinya memiliki inovasi-inovasi dan kreasi. Dari sini tentunya akan menjalar ke peserta didik. Tapi kalau guru hanya berpikir apa adanya saja memang repot. Guru hanya berpikir karena dia ASN setiap hari datang mengajar tapi aplikasi dari bahan ajar bagi anak tidak ada.

Baca Juga :  WALI Kota Kupang CHRISTIAN Widodo Buka PASAR MURAH Bersubsidi

“Ini sekolah sudah tidak benar lagi. Nantinya anak setelah tamat mau jadi apa model begini. Padahal orangtua menitipkan anaknya di sekolah tidak sekadar mendapat nilai baik dan lulus sekolah. Tapi anak memiliki ketrampilan yang mumpuni,”kata Benyamin.