DOLFI Sebut ‘Tujuh Fakta Rendah” Dunia Pendidikan di NTT

DOLFIANUS Kollo,  Anggota DPRD Provinsi NTT. Doc. marthen radja/citra-news.com

Astaga.. plesetan nan terus digelorakan pihak luar bahwa NTT daerah miskin dan rendah SDM itu benar adanya. Lalu apa upaya pemerintah dalam hal ini Dinas P dan K Provinsi NTT?

Citra-News. Com, KUPANG – RESTORASI Pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak sekadar lip service. Ia harus diaktualisasikan dengan program-program nyata yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT selaku dinas teknis. Optimalisasi program dan kegiatan menjadi hal penting untuk menepis anggapan mjnor tentang NTT.

Demikian DOLFIANUS Kolo, Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan DOW Partai Nasdem Provinsi NTT saat diwawancarai awak media portal berita citra-news.com, di Kupang, Senin 14 Juni 2021

Provinsi NTT diplesetkan banyak pihak sebagai wilayah miskin, terbelakang, dan rendah SDM. Relakah orang NTT menerima perihal yang sifatnya merendahkan seperti ini, tanya Dolfi.
Terhadap anggapan minor demikian, anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Nasdem inimenyatakan kalau dia harus getol berjuang untuk melululantahkan anggapan orang bahwa NTT itu daerah miskin dan rendah sumber daya manusia (SDM).

Menurut Dolfi, itu anggapan lama dan terbawa hingga saat ini bahwa NTT daerah miskin dan rendah SDM.

“Kita abaikan saja dan kuburkan dalam-dalam anggapan minor ini. Biarkan anjing gonggong kafila berlalu sembari berjuang dan bekerja keras agar bisa bangkit dari keterpurukan itu,”ungkapnya.

Dolfi mengatakan, spirit Restorasi yang dikumandangkan pemerintah NTT saat ini adalah upaya cerdas pemerintah untuk pemulihan ekonomi dan pendidikan di daerah ini.

Sesungguhnya Restorasi Pendidikan yang digelorakan saat ini, jelas Dolfi, bertujuan untuk peningkatan SDM orang NTT. Dimana sangat matching dengan misi pembangunan NTT lima tahun ke depan (2018-2023,red)

Tujuh Fakta RENDAH

Saat ini pemerintah provinsi melalui Dinas P dan K mematok tonggak Restorasi Pendidikan untuk menepis anggapan yang merendahkan itu.

Meski demikian Dolfi mengakui, partai Nasdem menelisik ada 7 (tujuh) Fakta Rendah yang menjadi biang permasalahan. Yakni Rendahnya Kualitas Sarana Fisik, Rendahnya Kualitas Guru, Rendahnya Kesejahteraan Guru, Rendahnya Prestasi Siswa, Rendahnya Relevansi Pendidikan dengan Kebutuhan, Kurang atau rendahnya pemerataan kesempatan pendidikan, serta Rendahnya minat masyarakat untuk mwnyekolahkan anaknya lantaan mahalnya biaya pendidikan.

“Ini persoalan mendasar dunia pendidikan kita. Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah revolusioner guna mempercepat untuk keluar dari kubangan persoalan-persoalan ini,” tegas Wakil Ketua bidang Pensidikan dan Kebudayaan DPW partai Nasdem NTT.

Sembari mengakui kalau dirinya terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk menemukan format yg tepat guna mengatasi persoalan-persoaalan dimaksud.

Maju mundurnya sebuah negara/daerah saat ini ditentukan oleh kemampuan suatu daerah keluar dari persoalan-persoalan mendasar terkait dunia pendidikan.

“Kebetulan saya di Komisi 5 DPRD Provinsi NTT yang bermitra dengan Dinas P dan K Provinsi NTT. Kami juga intens berkomunikasi dengan Kementerian Kominfo demi terselenggaranya berbasis digital,” tandasnya.

Dolfi menambhkan, digitalisasi dalam dunia pendidikan adalah tuntutan mendesak demi tercapainya relevansi pendidikan dengan dunia kerja. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *