ULANG Jadi REKTOR Menantang Kredibilitas DAVID Selan

Disaksikan Pdt. Aleida,  S. Th,  M. Hum,  DAVID R. E. Selan,  SE, MM saat dilantik secara virtual jadi Rektor UPG 1945  di Kupang,  Provinsi NTT, Senin 21 Juni 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com

Jabatan adalah kepecayaan. Adagium ini hampir pasti mudah diucapkan namun sulit dilaksanakan – to say is easy but to do is difficult – Mengapa. Ada faktor X itu pasti. Diantaranya nepotisme dalam artian negatif- tidak punya kemampuan menatakelola tapi diberikan jabatan atau kedudukan tertentu.

Citra-News.Com, KUPANG – KETUA BADAN Pengurus Harian Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (BPH PB PGRI), Dr. SEMUEL Haning, SH, MH mengingatkan, sumber daya manusia yang handal dan berdayasaing lahir dari lembaga pendidikan.

Bahwa sebagai sebuah lembaga pendidikan formal, UPG 1945 Kupang harus bisa membentuk genenerasi bangsa yang handal dan mampu berdayasaing.

Sebagai Rektor ia tidak hanya mengemban misi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tetapi juga ia mampu menterjemahkannya melalui program kerja aplikatif.

Demikian citra-news.com mengutip intisari sambutan Sam Haning pada acara Pelantikan secara virtual Rektor Universitas Persatuan Guru 1945 Provinsi Nusa Tenggara Timur (UPG’45 NTT) di Swissbelin Hotel Kupang, 21 Juni 2021.

“Tugas dari pak David Selan selaku Rektor di UPG ’45 Kupang, adalah menyusun program kerja dan rencana strategis jangka pendek dan jangka menengah. Selain itu walaupun sudah ada perubahan-perubahan yang cukup signifikan pada periode sebelumnya.Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu direstorasi. Baik pembenahan internal juga pembenahan secara eksternal,” beber Sam saat Zoom Meeting tersebut.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Bahwa menghadapi era globalisasi dan digitaliaasi saat ini mengharuskan semua perguruan tinggi untuk terus- menerus berbenah diri.

Tujuannya untuk mampu berdaya saing, kata Unifah, Dalam menatakelola sebuah lembaga pendidikan harus ada perubahan (peningkatan, red) dari waktu ke waktu.

“Tapi saya melihat ada perubahan-perubahan secara signifikan. Ini juga tentunya berkat dukungan dari semua pihak. Teristiwa pak Sam Haning yang kemarin baru saja meraih gelar doktor. Selamat iya pak, “ucap Unifah sembari melambakan tangannya dari balik layar kaca.

Tugas Rektor Tulis Buku Sejarah

Sementara Ketua BPLP PGRI, Prof. Dr. Supardi Uki Sajiman, MM, M.Pd dalam zoom meeting tersebut meminta Rektor UPG’45 Kupang NTT harus menulis buku sejarah asal muasal UPG.

“Mengapa. Rektor harus biasa meyakinkan masyarakat bahwa adanya UPG di NTT sesungguhnya berawal dari Universitas PGRI. Dan itu bisa dibukukan sebagai bukti sejarah untuk generasi mendatang,”kata Supardi.

Mendengar challenge (tantangan) dari para petinggi PGRI, Rektor DAVID R. E.Selan, SE, MM mengemukakan beberapa hal terkait maju mundurnya UPG’45 Kupang selama periode pertama yang dia pimpin.

Ada banyak hal yang berubah di kampus UPG’45 Kupang, kata David. Semenjak awal peralihan dari Universitas PGRI tahun 2017 ada program studi (Prodi) baru yakni Prodi PAUD.

Dibukanya Prodi PAUD, lanjut dia, menjawabi tuntutan pemerintah. Pendidikan Anak Usia Dini yang lasim dikenal dengan TK-Taman Kanak Kanak sebagai lembaga pendidikan formal.

Dan UPG sebagai sebuah lembaga Perguruan Tinggi tentunya perlu menyiapkan SDM melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, tandasnya.

Perubahan lainnya adalah UPG’45 Kupang mendapat angka kredit atau Terakreditasi BAIK. Dari sini masyarakat melihatnya kalau UPG ’45 Kupang adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS), salah satu PTS lainnya di Provinsi NTT.

Nah, implikasinya pada minat masyarakat dan menjatuhkan pilihan pada UPG ’45 Kupang. Sehingga darimana-mana mahasiswa berbondong datang kuliah di UPG ’45 Kupang.

Hal-hal perubahan maju ini saya (David Selan, red) anggap sebagai tantangan sekaligus peluang untuk terus berbenah diri. Karena kami yakin berkat kerja keras dan mampu membaca dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada pasti biaa berubah (changes we can believe it).Restorasi atau perubahan biaa kami lakukan. Dan out put dari UPG’45 adalah agen perubahan unruk masa depan bangsa -the agent of change,  ungkap David.

Kepercayaan kembali diberikan kepada kami di periode kedua ini, lanjut David, kami melanjutkan program-program kerja sebelumnya. Diantaranya lebih pada Revitalisasi san Reorganiaasi UPG’45 Kupang. Bahwa dengan adanya perbaikan-perbaikan tentu ada harapan baru yang bisa diraih.

Menjawab program kerja tahun 2021-2025, kepada wartawan David mengatakan, diantaranya Prog. Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar (Kuliah, red). Berikut, optimalisasi civitas academica UPG’45 Kupang untuk menjawabi sebutan TERBAIK dari 56 PTS di Provinsi NTT.

Untuk menggapai hal ini, lanjut dia, dengan menjalin kerjasana lintas instansi. Baik inter perguruan tinggi juga antar lembaga pemerintah di sejumlah daerah.

“Kita menerapkan PSDKU-Program Studi Diluar Kampus Utama dalam mana sudah dan sedang kita lakukan di Semau, Malaka. Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Lembata, dan beberapa lainnya,” kata David.

Melihat Tantangan Sebagai Peluang

David Selan saat dilantik dan dikukuhkan untuk kedua kalinya jadi Rektor UPG’45 Kupang, dia memboyong juga keluarga. Adalah TRAIANUS Selan (Ayah Kandung) yang sudah usia senja ini tampak gagah dan cerah ceria saat foto bareng.

Dukungan moril keluarga yang demikian ini bukankah dapat menenguhkuatkan David dalam memimpin sebuah lembaga pendidikan tinggi di ibukota?

Untuk itu jabatan yang dipercayakan dia (David Selan, red) emban dengan rasa tanggung jawab. Rasa memiliki (self of belonging) dan penuh tanggung jawab menjadikan semua yang dilakukannya bukan dirasakan sebagai beban.

Selain upaya tersebut diatas, lanjut Davud, upaya lainnya adalah percepatan belajar dimana hanya 8 semester saja.

“Jadi kedepan tidak ada lagi mahasiswa yang kuliah di UPG’45 kupang hingga semester 14 alias mahasiswa abadi,” kata David.

Menurut dia, meskipun tantangan yang dihadapi masyarakat dunia saat ini yakni pandemi Covid-19 namun kami (UPG’45 kupang, red) tetap menjaga keberlanjutan (suistainable) untuk jangka panjang dan jangka pendek melalui spirit ‘Changes we can believe it’

Pihaknya juga, tambah dia, merehabilitasi lulusan kala masih sebagai Universitas PGRI. Meski pasca itu hasilnya banyak output yang lolos ASN -Aparatur Sipil Negara.

Serta juga Program Bidik Misi UPG ’45 Kupang dimana kami sudah menghasilkan 226 mahasiswa Bidik Misi terbaxak di NTT, tandasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *