BANK NTT Merentang Sayap Bisnis Dengan Aplikasi GO NTT

ALEKS Riwu Kaho-Direktur Utama Bank NTT.  Doc. marthen radja/citra-news.com

Aleks : Aplikasi Gerbang Online Nusa Tenggara Timur (GO NTT) menampung produk lokal unggulan dan membantu memasarkan produk lokal secara luas hingga ke pasaran internasional.

Citra-News.Com, KUPANG – UPAYA SMART (Cerdas) BANK NTT membina kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah menggarap semua potensi lokal unggulan yang ada dan dimiliki masyarakat desa agar bisa dipasarkan secara meluas hingga go internasional.

Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, ALEKS Riwu Kaho mengatakan, masyarakat desa memiliki beragam potensi unggulan lokal dan belum digarap secara optimal. Untuk itu melalui kelompok UMKM binaan Bank NTT diharapkan bisa mendayamanfaatkan semua potensi unggulan lokal yang ada guna peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

Berdasarkan hasil Festival Desa Binaan Bank NTT dan melakukan kunjungan ke desa-desa, kata Aleks, ternyata banyak potensi yang belum digarap secara optimal. Oleh karena itu melalui UMKM binaan Bank NTT melakukan pendampingan masyarakat desa.

Demikian Aleks dalam temu pers dengan sejumlah awak media di Kupang, Jumat 25 Juni 2021.

UMKM binaan Bank NTT dalam pendampingan ini, kata Aleks, masyarakat diberikan pelatihan-pelatihan untuk memanfaatkan dan mengoptimalisasi potensi-potensi unggulan lokal yang ada untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

“Potensi yang ada pada para pelaku usaha di desa dapat digunakan untuk menumbuhkan daya saing, daya tumbuh dan daya tahan ekonomi dari produk-produk lokal unggulan yang ada.

“Bank NTT saat ini punya Gerbang ONLINE Nusa Tenggara Timur (GO NTT). Untuk itu maka produk-produk unggulan lokal tidak saja dijual di pasaran lokal (offline) tetapi nasional bahkan internasional (online market),”ujarnya optimis.

Melalui aplikasi GO NTT yang telah dilaunching Bank NTT, lanjut Aleks, para customer atau konsumen dapat membeli produk lokal unggulan UMKM NTT secara online. Dengan kata lain, aplikasi Go NTT menjadikan produk lokal unggulan NTT bisa menjangkau pasar Internasional.

“Sejauh ini Bank NTT berupaya memfasilitasi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk unggulannya melalui aplikasi GO NTT. Nah, daya tumbuh dan daya saing ini perlu pasar dan obsteker. Sehingga selain dipasarkan secara tradisional atau offline, kita (bank NTT, red) juga memfasilitasi pelaku UMKM di desa untuk masuk ke pasar online. Karena itu kita buatkan mereka webnya di aplikasi Go NTT,” jelas Aleks.

Sejenak di Beranda Agrowisata Kopi Colol dan Wisata Budaya Detusoko

Menurut Aleks, produk-produk lokal unggulan UMKM di NTT pada kenyataannya adalah produk-produk unggulan di pasaran. Baik di pasaran lokal, nasional, maupun pasar global (internasional, red).

Coba kita turun ke Manggarai Timur, ajak Aleks. Mari kita tengok disana ada kopi Colol. Ternyata kopi ini punya cita rasa yang luar biasa. Di sana juga kita bisa gali asal muasal kopi Colol dan itu bisa jadi agrowisata di sana.

“Nah, dari potensi-potensi tersebut kita bisa kembangkan suatu model usaha yang kreatif. Tidak hanya prediksi kopi, tetapi kita bisa arahkan ke bisnis agrowisata,”ungkapnya.

Misalnya, lanjut Aleks, para wisatawan bisa belajar budaya tanam kopi, cara merawat dan cara panen hingga pengemasannya di Colol. Ada informasi dan pengetahuan tentang farian kopi Colol. Ada empat farian kopi Colol yakni farian Juria, Colombia, Arabika, dan Torabika. Itu luar biasanya kopi Colol.

Kita bergeser ke daerah potensial lainnya, sebut Aleks, diantaranya ke wliayah Detusoko Kabupaten Ende FLORES. Di sana ditemukan potensi pariwisata yang luar biasa dengan SDM yang boleh diibilang handal.

Di sana (Detusoko, red), jelas Aleks, ada kombinasi antara wisata budaya, adat dan agrowisata. Tempat-tempat di Detusoko ditata dengan baik dan dituliskan cerita narasinya dengan baik.

“Cerita yang bernilai sejarah dan budaya sehingga menarik dan wajib dilestarikan. Ini yang akan kita masukan ke web (Aplikasi Go NTT, red) sehingga dipasarkan secara luas,” imbuhnya.

Sembari berharap, adanya peran media dalam mensosialisasikan aplikasi GO NTT. Jika kita butuh informasi produk lokal unggulan, ya tidak susah, klik saja di aplikasi GO NTT. Bank NTT juga sedang mengupayakan kerjasama dengan google sehingga ketika klik NTT, maka yang keluar pertama itu pariwisata NTT serta produk lokal unggulannya.

Ditegaskannya, aplikasi GO NTT menghubungkan para pembeli dan UMKM yang menjual produk-produk lokal unggulan. Para obsteker juga telah berkomitmen untuk membeli produk lokal NTT dan dipasarkan secara meluas. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui aplikasi GO NTT juga mempromosikan produk lokal Nusa Tenggara Timur secara global melalui market place secara online.

UMKM binaan Bank NTT, lanjut Aleks, terlebih dahulu akan dibina dalam hal produksi sebelum masuk pasar online sehingga bisa bertahan dan berdaya saing. .

“Untuk maksud ini, Bank NTT bekerjasama dengan Depkumham (Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia) untuk perlindungan hukum, Hak Intelektual (HAKI), Hak Merk, Hak Paten, Indikasi Geogragis, termasuk produk-produk tenun,” jelas Aleks.

Selain itu, sambung dia, Bank NTT juga mewajibkan produk UMKM binaan Bank NTT masuk sertifikasi BP-POM dan SNI. Sehingga untuk segmentasi produk tertentu, ada standar pasar yang dipenuhi sehingga orang bisa yakin untuk membeli (produk lokal NTT, red) karena memenuhi standar layak konsumsi.

“Ini hal yang penting karena begitu produk lokal unggulan UMKM NTT masuk pasar dan dituntut dengan syarat tertentu, produk-produk tersebut mampu bersaing,” ungkapnya.

Untuk bisa menjangkau pasaran global, maka dari aspek produksi pihaknya sudah menghubungi beberapa pihak untuk melatih teknis fotografi dan kemasan produk.

“Kemasan produk dibuat menarik, sehingga ketika produknya masuk ke online market GO NTT, memiliki daya saing, daya tarik, dan daya jual. Gerbang Online NTT ini menjadi pintu market bagi UMKM kita,” tandasnya.

Jadi ada ekosistem yang harus dibangun Bank NTT melalui aplikasi Go NTT, tambah dia. Bukan hanya bank yang berperan, tapi juga lembaga pemerintah melalui penyuluhan-penyuluhan. Selain itu, model ekosistem pemberdayaan harus dilakukan agar para pelaku UMKM di NTT bisa mandiri, harap Aleks.

Soal keterlibatan elemen masyarakat Aleks mengatakan, untuk kebutuhan aplikasi GO NTT pihaknya melibatkan para akademisi.

“Diharapkan para akademisi dapat melakukan riset yang dapat membantu meningkatkan ekonomi dan produksi. Harapan kita agar pertumbuhan ekonomi NTT berkembang lebih cepat dari waktu ke waktu. Jika ekonomi bertumbuh maka alhasil kesejahtetaan rakyat pun makin meningkat,”harap Aleks.  +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *