Quo Vadis MARTJE Baun, Cs NAIK Jabatan

Suasana pelantikan 6 Pejabat Pratama Pemkot Kupang. Doc.citra-news.com/humaskotakpg.

Menduduki posisi pada jabatan tertentu ditilik dari banyak hal. Kinerja dan kompetensi hampir pasti jadi daya dongkrak seorang ASN dipercayakan naik jabatan

Citra-News.Com, KUPANG – WALI KOTA Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr.JEFIRSTSON (Jefri) R. Riwu Kore, MM, MH pada Senin 16 Agustus 2021 melantik 6 (enam) Pejabat Pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

Humas Setda Kota Kupang dalam siaran pers (Sipers) yang diterima portal berita citra-news.com membeberkan, pelantikan enam pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Kota Kupang tersebut berlangsung di lantai satu Kantor Wali Kota Kupang.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si, para asisten Sekda dan sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang.

Enam pejabat yang dilantik adalah, JOSEFINA Monika Djata Gheta, ST, MM dilantik sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang. Sebelumnya Josefina menjabat sebagai Sekretaris Dinas Tata Kota Perumahan Rakyat Kota Kupang.

Pejabat lain yang ikut dilantik adalah ARIANTJE Martje Baun, SE,M.Si menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo) Kota Kupang. Sebelumnya dia menjabat sebagai Sekretaris Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Kupang. Berikut ACHRUDIN Rudi Abubakar, S.Sos, M.Si sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Kupang, sebelumnya menjabat sebagai Camat Kota Raja.

MARIA Dolores Rita Haryani, SE dilantik sebagai Sekretaris DPRD Kota Kupang. Dia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan pada Sekretariat DPRD Kota Kupang. MARIA Magdalena Detaq, S.IP menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Pembangunan. Sebelumnya dia menjabat sebagai Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda Kota Kupang. Serta MATHEUS Benediktus Lalek Radjah,SH,M.Hum menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. Matheus sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum Setda Kota Kupang.

Para pejabat yang dilantik adalah orang-orang pilihan. Mereka terpilih setelah melalui seleksi terbuka untuk pengisian 7 (tujuh) jabatan tinggi pratama pada Maret 2021 lalu.

Ada satu jabatan yang diseleksi pada kesempatan tersebut belum dilantik, yakni jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinas Dukcapil) Kota Kupang. Belum dilantik pejabatnya karena masih menunggu persetujuan dari Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Seleksi saat itu dilakukan oleh panitia seleksi. Tim seleksi diantaranya dari akademisi yakni HENDRIK Ndolu, S.H.,M.Hum., Dr. STANIS Man, M.Si, Sekda Kota Kupang, Ir. THOMAS J. Ga, MM (mantan Sekda Kota Kupang). Juga para tim penilai kompetensi dan beberapa pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang.

Funay: Selektif Hingga Terpilih

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, FAHRENS Priestley Funay, S.E, M.Si, seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkot Kupang ini adalah seleksi untuk mengisi jabatan lowong yang dilaksanakan secara selektif, sesuai dengan tuntutan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan seleksi terbuka tersebut, jelas Funay, dimulai dengan seleksi administrasi dan dilanjutkan dengan pelaksanaan uji kompetensi manajerial oleh panitia seleksi yang bertujuan untuk mengisi 7 (tujuh) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang lowong.

Seleksi dilakukan secara transparan, akuntabel, dan profesional untuk menghasilkan calon-calon pejabat yang berkualitas sesuai kompetensi yang baik di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

Sekda Funay menambahkan, pengisian jabatan lowong pada setiap instansi pemerintah merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan dalam rangka pengembangan dan peningkatan karier dari pegawai negeri sipil. Hal ini dimaksudkan untuk lebih memperlancar pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

Menurutnya, kegiatan seleksi ini hendaklah dimaknai sebagai suatu kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu.

“Pertimbangan utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai adalah sesuai kompetensi, pengabdian/loyalitas dan komitmen terhadap tugas serta tanggung jawab kepada negara,”tegas Funay.

Oleh karenanya, Sekda Funay berpesan, setiap pejabat hendaknya mempunyai kemauan yang kuat untuk mengembangkan kemampuan dan wawasannya. Sehingga dapat merumuskan dan melaksanakan seluruh tugas dan kebijakan. Dengan demikian, diharapkan para pejabat dapat menjadi roda penggerak organisasi.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang, ABRAHM D. E. Manafe, S.IP.,M.Si menjelaskan, dalam seleksi terbuka tersebut ada 26 peserta yang telah mengikuti seleksi administrasi dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan uji kompetensi manajerial dan bidang oleh tim penilai kompetensi. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara akhir oleh panitia seleksi.

Adapun metode seleksi yang digunakan, sebut Abraham, antara lain penulisan dan presentasi makalah, wawancara, pengamatan/rekam jejak, diskusi dan bedah kasus. +++ citra-news.com/*PKP_ans

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *