Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

TEKAD Menopang EKONOMI Warga Desa Terpencil dan TERBELAKANG

CitraNews

“Data dari teman teman di lapangan itu akan menjadi titik star dari program TEKAD ini. Karena data dari teman teman yang mampu menjangkau desa terpencil dan terbelakang itu akan menjadi barometer titik start program TEKAD 2022 mendatang,” kata Viktor

Menurut dia, kehadiran program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di desa untuk mendorong partisipasi pemangku kepentingan di desa secara demokratis dan memberi akses kepada masyarakat kampung untuk berpartisipasi dalam penyelengaraan pemerintahan desa.

Sementara para fasilitator kabupaten, kecamatan dan kader desa sepatutnya memberikan motivasi dan memastikan adanya pola transparansi, akuntabilitas. Serta secara rutin maupun berkala mendorong partispasi masyarakat desa untuk bersama-sama menjalankan usaha ekonomi guna meningkatkan pendapatan.

Baca Juga :  Wagub JOHNY Ajak SEMUA Pihak Berkomitmem MELESTARIKAN HUTAN dan ALAM

Pola pendekatan partisipatif dimaksudkan tidak saja kelompok penerima manfaat tapi juga masyaraat desa sasaran umumnya (pemangku desa) dalam membuat perencanaan-perencanaan yang betkaitan dengan pamanfaatan dana desa.

Baca Juga :  Program MBG BUKAN Sekadar MAKAN Tapi PERANG Melawan STUNTING

Dengan kata lain, apa yang direncanakan calon kelompok penerima manfaa program TEKAD bisa termuat juga dalam musyawarah desa (MUDES). Dimulai dari perencanaan, pelaksanaaan program dan mengevalusi program TEKAD di desanya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur sendiri program TEKAD ini menyasar di tiga kabupaten yaitu Manggarai, Ngada dan Sumba Timur.

Baca Juga :  CHRISTIAN Widodo Mengajak WARGA Terus MENYALAKAN HARAPAN

Kerjasama Kemendes PDTT dan IFAD

Program TEKAD yang diresmikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar pada Pertengahan Mei 2020 lalu

Kadis Viktor menjelaskan, program TEKAD merupakan program kerjasama antara Kemendes PDTT dan International Fund for Agriculture Development (IFAD).