Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

AHMAD Klaim DESA Compang Ndejing BINAAN Bank NTT SENTRA JAGUNG di Manggarai Timur

CitraNews

“Jika empat potensi lokal ini dimaksimalkan dengan sistem kerja kolaborasi dan sinergi lintas entitas yang sehat, maka Desa Compang Ndejing bakal keluar sebagai salah satu desa makmur di Manggarai Timur,” tuturnya.

Desa Compang Ndejing kini bermitra dengan Bank NTT melalui penyediaan fasilitas Kredit Merdeka. Selain itu Bank NTT juga mencari pasar dengan harga yang relatif pasti.

Dalam hal prosuksi Ahmad merinci, produksi jagung rata-rata 6 ton/Ha dan petani bisa mengantongi Rp 4 juta/ton. Desa ini juga penghasil pisang yang berbuah besar dengan petasan antara 10-15 sisir. Harga jual Rp 25.000/tandan.

Baca Juga :  Kader PMKRI Diminta Lebih Militansi dan Inovatif

Angelina Nganut, anggota Kelompok UMKM Nekalos, menambahkan pihaknya sanggup memproduksi kripik pisang khas Compang Ndejing, tetapi terbentur masalah modal dan pasar.

Maria Goreti Meos mengatakan, selama ini kripik pisang dijual ke Yayasan SMKS Wisata Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai. Mereka memesan 60 bungkus/minggu. Harga perbungkus Rp 10.000 atau Rp 15.000/bungkus, jelas Maria.

Baca Juga :  Spirit NAWACITA Membangun MASYARAKAT dari DESA

Sayangnya sebulan belakangan pisang terserang virus aneh yang belum diketahui namanya dan obatnya. Menyerang tanaman pisang milik petani.

Akibatnya produksi turun drastis. Dikhawatirkan pisang punah di daerah itu. Disinyalir virus yang sama menyebar hingga ke seluruh wilayah terdekat. Hingga kunjungan tim juri Festival Desa Binaan Bank NTT, belum diketahui pasti jenis virus dan cara mengatasinya.

Baca Juga :  IJAZAH Bukan Ukuran Tapi SLB Butuh KOMPETENSI

Ahmad Jabur menambahkan, Desa Compang Ndejing juga memiliki 45 Ha sawah, dua kali musim tanam. Tiap panen memproduksi 2 ton/Ha.