Sensasi ‘Urut Dada’ ala Ladang Balon Jiwan’s Garden

Pengguntingan Pita oleh Wakil Ketua DPRTD Kabupaten TTS,  RELEGIUS Usunan, SH didampingi JIWAN SADUK (kanan) pertanda dibuka secara resmi ‘Ladang Balon’ oleh Jiwan’s Garden di Taman Wisata Alam Bu’at SoE. Doc.CNC/jor tefa-Citra News

Berurusan dengan administrasi kepemerintahan memang gampang-gampang sulit. Kendala yang dihadapi bisa saja karena ketidakpemahaman para pihak yang berkompeten di dalamnya akan ekses dari kegiatan yang bakal digelar.  Seperti halnya dialami Jiwan’s Garden saat berurusan administrasi dengan UPT KPH TTS. Ini kronologisnya…

Citra-News.Com, SOE – SETELAH Jiwan’s Garden diberi ijin baru dua hari menggunakan area kawasan hutan wisata alam Bu’at, UPT KPH Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kembali melarangnya. Konon beralasan karena urusan administrasinya belum dipenuhi Jiwan’s Garden. Fakta ini sudah tentu mengundang sejumlah tanya dimana komitmen dan konsistensinya seorang oknum pejabat negara. Kalau belum lengkap administrasi kenapa diberikan ijin. Sehingga Jiwan’s Garden tidak perlu launching kegiatan ‘ladang balon’ di Taman Wisata Alam Bu’at.  Aneh iya?

Diketahui, Jiwan’s Garden menyelenggarakan kegiatan Wisata ‘Ladang Balon’ yang menurut rencana selama sebulan di hutan Mahoni di desa Noinbila Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten TTS. Walau baru mendapat ijin lisan dari UPT KPH TTS, oleh Jiwan’s Garden mulai launching pada Selasa 11 Desember 2019.

“Hari ini pak Kadis ke Kupang ada urusan dinas. Nanti pak Kadis datang saya sampaikan kalau Jiwan’s Garden berencana melakukan kegiatan di kawasan hutan Bu’at. Ini festival balon ini bagus juga untuk ikut mensosialisasikan kegiatan-kegiatan UPT KPH TTS. Sambil urus administrasi perijinannya kerjakan sudah,” demikian Semuel Bora ketika dtemui awak citra-news.com  di Soe, Jumat, 6 Desember 2019.

Semuel Boru berharap agar kegiatan ‘ladang balon’ harus ada nilai tambahnya untuk UPT KPH TTS. Karena pepohonan di taman Bu’at sudah tua usianya maka dibutuhkan pelestariannya.  UPT KPH TTS berencana untuk peremajaannya dengan menanam pepohonann sejenis atau jenis lainnya. Sehingga bertepatan dengan kegiatan tersebut ada pengunjung yang datang menyaksikan kegiatan diberikan anakan untuk menanamnya.

SEMUEL Bora (kanan) saat berada di kebun bibit UPT KPH TTS di SoE, Jumat 6 Desember 2019. Doc.CNC/marthen radja-Citra News.

“Kami dari UPT ini siapkan bibit ada di belakang kantor ini. Nanti pada hari ‘H’nya  datang ambil anakan yang ada untuk warga pengunjung tanam disana. Ini ada mahoni, kemiri, cendana, juga kelor, lemon dan lainnya,” kata Bora sembari mengajak awak media ini ke lokasi pembibitan. Mendaras pada perkataan Semuel Boru maka Jiwan’s Garden pun beraksi. Surat undangan launching acara pun diedarkan ke sejumlah pejabat teras terutama Bupati dan Wakil serta pimpinan OPD. Termasuk anggota DPRD TTS.

Saat launching turut hadir mewakili Kepala KPH TTS. Tapi apa lacurnya, kegiatan baru berjalan dua hari terpaksa dihentikan oleh Polisi Hutan. Karena diminta Kepala UPT KPH agar kegiatan berwisata balon ini dihentikan sementara. Dengan catatan harus melengkapi administrasi terlebih dahulu.

Jiwan Saduk, mahasiswa semester VII Jurusan Informatika, STIKOM Uyelindo Kupang, selaku Pengelola Jiwan’s Garden lantas panik alias mengurut dada. Kepada media ini Jiwan mengungkapkan sesungguhnya idenya ini dilakukan di Kabupaten Kupang.

“Sebelumnya saya mau melakukan ide ini di kabupaten Kupang. Tapi karena kondisi di Kabupaten Kupang suhunya panas, sehingga ide ini lebih tepatnya di daerah dingin. Sehingga hasil survei saya bahwa wilayah atau daerah yang cocok untuk mengembangkan ide ini yaitu di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tepatnya di hutan lindung milik Kementrian Kehutanan,”tuturnya.

Setelah berkoordinasi, sambung dia, pihaknya langsung berkordinasi dengan pihak UPT KPH Kabupaten TTS. Hasil komunikasinya justru merespon positif kegiatan Jiwan’s Garden. Sambil mempersiapkan hal teknis juga membuat Surat Izin Penggunaan  Kawasan Hutan, yang di tujukan kepada Kepala KPH wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Wakil Ketua DPRTD Kabupaten TTS,  RELEGIUS Usunan, SH diteerima secara adat ketika membuka secara resmi ‘Ladang Balon’ oleh Jiwan’s Garden di Taman Wisata Alam Bu’at SoE. Doc.CNC/jor tefa-Citra News

“Seharusnya saat launching oleh Bupati TTS. Tapi karena berhalangan maka kegiatan Ladang Balon dilakukan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten TTS, Relegius Usfunan,SH. Turut hadir perwakilan UPT KPH Kabupaten TTS. Dan acara launchin ini ditandai dengan pengguntingan Pita oleh Wakil Ketua DPRD TTS, Usfunan,”jelas Jiwan.

Menjawab alasan penutupan kegiatan baru dua hari berjalan, Jiwan menduga ada ada kesalahpahaman dalam pengurusan administrasi. Namun dipenuhi semangat membangun TTS Jiwan tidak patah arang. Pada tanggal 12 Desember 2019, saya (Jiwan, red) diminta untuk bertemu dengan Kepala UPT KPH Kabupaten TTS, Frans Fobia,S.Hut. Karena pas hari kuliah maka manejemen saya yang mewakili.

Dalam pertemuan tersebut membuahkan hasil bahwa kegiatan dihentikan sementara. Kepala UPT KPH TTS meminta untuk mengurus dan menyelesaikan administrasi yang tertunda. Kegiatan ladang balin dihentikan dulu. Selesaikan semua adminsitrasi baru dibuka lagi, kata staf saya mengutip perkataan pak Fobia.

Lagi-lagi saya terus berupaya bertemu langsung Kepala Dinas LH dan Kehutanan Provinsi NTT di Kupang. Saya dititipkan harapan dari pak Kadis (Ferdy J. Kapitan, red) kegitan ‘ladang balon’ yang berada di hutan Bu’at terus dilanjutkan setelah melengkapi tuntutan administrasi.  Dengan tetap menjaga dan melindungi hutan di kawasan yang ada.

Harapan Kadis LH dan Kehutanan NTT ini memberikan ruang untuk kami kembali beraktivitas sesuai rencana. Saya bersama manejemen bukan hanya membuat ladang balon, tetapi kami bekerjasama dengan UPT KPH TTS, untuk mengadakan gerakan menanam, sehingga hutan tetap dilestarikan dan dirawat dengan baik.

“Harapan saya, jika kita ingin tersenyum maka bisa buatlah orang lain juga tersenyum. Dan saya yakin bahwa jika orang tua yang ingin anaknya tersenyum maka solusinya bawahlah ke tengah balon-balon yang ada di Ladang Balon Bu’at ini. Dan jika anak tertawa dan senang maka itu adalah sebuah kebahagian orang tua,”ungkap Jiwan. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *