Meski ada segelintir Pemegang Saham Seri A ‘terhipnotis skenario lain’ dari Ayodhia Kalake bersama Kosmas Lana. Akan tetapi ada Bupati yang blak-blakan menolak.
Tampak dr.Agus Taolin sedang antri di pintu lift usai RUPS Bank NTT tahun 2024. Doc. marthen radja/citra-news.com
Seperti Bupati Belu, dr Agustinus Taolin. Sang Bupati dari border area NTT Indonesia Timor Leste ini menyatakan menolak pergantian pengurus Bank NTT yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali (PSP) Bank NTT, dalam hal ini Pj. Gibernur NTT Ayodhia G.L Kalake.
“Bupati Belu tidak menerima (menolak) pergantian pengurus Bank NTT secara langsung tanpa proses sesuai yang diamanatkan dalam POJK Nomor 17 tahun 2023,” kata Taolin seperti dikutip wartawan victorynews.id
Bupati Taolin mengatakan, pergantian pengurus Bank NTT secara langsung oleh Pj Gubernur NTT, Ayodhia Kalake dilakukan tidak sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2023.
Dia menjelaskan, RUPS Bank NTT memberikan apresiasi kepada Komisaris dan Direksi Bank NTT yang sudah bekerja sesuai penilaian audit.
Bahwa Bank NTT saat ini dinyatakan sehat walaupun dari sisi keuntungan ada penurunan, tandasnya.
Bupati Taolin berharap OJK Kantor Perwakilan NTT bisa mengawasi dan memproses pergantian Komisaris dan Direksi Bank NTT sesuai sesuai POJK Nomor 17 tahun 2023.
Harus Ada Persetujuan OJK
Berbeda dengan beberapa Pemegang Saham Seri A yang memilih bungkam. Meski dengan suara terbata-bata Amos Corputty (Pemegang Saham Seri B), membenarkan kalau di agenda RUPS LB itu Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake langsung mengumumkan pergantian Direksi Bank NTT.
“Iya ada pergantian pengurus Bank NTT. Akan tetapi mekanisme tidak segampang itu. Karena pergantian pengurus Bank NTT harus mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Perwakilan NTT”, tuturnya.
Amis menambahksn, dalam forum boleh-boleh saja memutuskan ada pergantian pengurus Bank NTT. Tapi hasil keputusan ini wajib disampaikan ke OJK.

Tampak Harry Alexander Riwu Kaho (ke-2 dari kiri) sedang antri di pintu lift usai RUPS Bank NTT tahun 2024. Doc.marthen radja/citra+news.com
Menjawab pengurus Bank NTT yang diganti, Amos menyebut direksi yang diganti itu adalah Direktur Utama (Dirut), Harry Alexander Riwu Kaho dan Direktur Kredit, Steven Messakh. Dan di jajaran komisaris yaitu Komisaris Utama (Komut), Juvenile Djojana juga diganti.
Soal pergantian pengurus Bank NTT, seorang ASN yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) perlu ada pejabat eksekutif dari Pemprov NTT. Meski nantinya harus mendapat persetujuan OJK.
Menurut dia, untuk mengganti pengurus di Bank NTT tentunya OJK punya aturan. Oleh OJK jika pergantian ini tidak sesuai dengan Peraturan maka bisa berakibat fatal. Terutama bagi pemegang saham seri A.
“Yang pasti akan menimbulkan rush (gejolak) hukum. Dan itu berimplikasi pada trust (kepercayaan) masyarakat. Jangan sampai membawa masalah hukum lalu menurunkan kepercayaan masyakat terhadap Bank NTT,” jelas dia.













