Optimalisasi Layanan Digital/elektronifikasi pada semua unit layanan operasional; Digitalisasi Produk (Informasi Berbasis Digital, Transaksi Berbasis Digital, Komunikasi Berbasis Digital dan Distribusi Berbasis Digital).
(b) Layanan dan Produk Funding & Lending, yakni Mewujudkan sinergi melalui kolaborasi kerjasama dengan berfokus pada hubungan kemitraan yang luas. Baik dengan nasabah, pemerintahan, maupun swasta dalam mendukung pertumbuhan dan pengembangan perekonomian di Nusa Tenggara Timur;-
Menerapkan strategi penghimpunan dana masyarakat dengan memperhatikan tingkat efisiensi dan fokus pada Dana Murah; Mencari sumber pertumbuhan kredit baru pada segmen UMKM dan segmen yang lebih kecil dari mikro/ultra mikro.
(c) Culture, yaitu mengimplementasikan New Core Value “Bintang”. Dengan Meningkatkan disiplin dalam kerja demi kemajuan dan kejayaan bank NTT berbasis KPI;-
Meningkatkan kualitas prosedur internal, kompetensi karyawan/ talent management, guna memastikan bahwa semua aktifitas pekerjaan dilakukan sejalan dengan Budaya kerja Bank dan Kode Etik.
(d) Sebagai Bank Devisa, Bank NTT terus melakukan Pengembangan / Revitalisasi/ Inovasi Produk Dana dan Kredit Bank Devisa; Berikut, Sinergitas dan Kolaborasi layanan transaksi Bank Devisa; Dan Akses kemudahan Layanan Keuangan Digitalisasi Bank NTT; Serta Prospek peningkatan bisnis penggunaan layanan transaksi Bank Devisa.
Bank NTT Tetap Eksis
Di usianys yang ke-62 tahun ini menjadi suatu tantangan Bank NTT untuk tetap Eksis ditengah persaingan perbankan. Maka sebagai salah satu upaya agar kita tetap dapat bertahan bahkan mampu menemukan solusi yang tepat adalah dengan bersyukur atas pencapaian pelayanan terbaik kepada masyarakat NTT.
“Ulang Tahun ke-62 merupakan tekad segenap insan Bank NTT untuk terus bertumbuh dalam kebersamaan. Untuk diwujudkan dengan menjadikan Bank NTT semakin baik dan terus bertransformasi hingga saat ini Bank NTT menjadi bank kebanggaan
masyarakat NTT”, tandasnya.

Sembari mnyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur selaku Pemegang Saham Pengendali.













