Dalam sambutannya, Wakil Presiden RI, K. H. Ma’ruf Amin menyatakan, di tahun 2024 ini Pemerintah telah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem mendekati 0% di Indonesia.
Menurut Wapres Amin, target ini optimis dapat dicapai. Mengingat tingkat kemiskinan ekstrem yang semula 1,12% (persen) pada Maret tahun lalu, sudah turun hingga 0,83% pada Maret tahun 2024.
“Pencapaian ini tentu masih dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti akurasi data sasaran, konvergensi program, kualitas pelaksanaan program, penyesuaian standar garis kemiskinan ekstrim, hingga regulasi pelaksanaan penghapusan kemiskinan ekstrem yang akan berakhir di tahun ini,” ujarnya.
Selanjutnya, untuk menjaga agar tren penurunan ini terus berlanjut, Amin menyebut dibutuhkan kolaborasi dan kerja nyata dari semua elemen dan seluruh pemangku kepentingan. Termasuk kinerja dan peran aktif seluruh kepala daerah.
“Dalam kesempatan yang baik ini, perlu saya (Wapres Ma’ruf Amin, red) ingatkan beberapa hal untuk menjadi perhatian bersama. Pertama, maksimalkan pemanfaatan dana insentif fiskal untuk memperkuat program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, terutama untuk kegiatan yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Kedua, pastikan target penerima program kemiskinan ekstrem menggunakan Data P3KE, agar intervensi lebih tepat sasaran dengan mengutamakan kelompok masyarakat miskin dengan akses terbatas, penduduk lansia, dan penyandang disabilitas.
Ketiga, intensifkan sinergi dan kolaborasi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri di sektor potensial.













