Dolviana kemudian dibawa polisi dan diamankan di Pospol sebelum diserahkan ke kelompok warga Flobamora yang tinggal di Medan.
“Saudara kita ini ditemukan oleh pak Josep di satu tempat di Medan. Kemudian pak Josep berinisiatif untuk menyelamatkan yang bersangkutan. Sehingga yang bersangkutan bisa kembali ke NTT dengan selamat dan dalam keadaan sehat walafiat”, ungkap Penjabat Gubernur NTT Andriko Noto Susanto dalam temu pers di Kantor Gubernur NTT, Rabu (25/9).
Pada kesempatan itu Penjabat Gubernur Andriko, mengucapkan terima kasih kepada Mantan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Anggota DPRD NTT, Inche Sayuna dan semua pihak yang telah membantu menyelamatkan dan memulangkan korban TPPO ini ke NTT.
Andriko berharap warga NTT ke depannya harus lebih bijak dan selektif dalam menentukan tawaran pekerjaan di luar NTT. Sehingga masalah serupa tidak terulang lagi.
“Saya mengimbau masyarakat hendaknya berhati-hati dalam mencari sumber informasi pekerjaan. Sumber pekerjaan harus jelas sehingga tidak terjadi persoalan seperti ini”, tandasnya.
Diketahui, giat temu pers itu dengan agenda utama penyampaian Ketua KONI NTT terkait prestasi gemilang yang diraih para atlit NTT di PON XII di Aceh dan Medan.
Namun penjelasan sang mantan Wagub NTT ini lebih pada peristiwa yang mendera Dolviana Hoar Nahak. Meski ada beberapa hal yang menjurus soal hasil peraihan medali dari para atlit NTT di PON XXI. Juga selintas tentang NTT dan NTB jadi Tuan Rumah PON XXII tahun 2028.
Menurut Josef Nae Soi, kasus human trafficking yang dialami warga NTT sudah berulangkali terjadi. Selalu saja setiap tahun NTT menjadi sasaran korban perdagangan manusia. Ada migran yang berhasil diselamatkan tapi kebanyakan jadi korban perbudakan bahkan meninggal dunia.












