Kika : ADPRD Provinsi NTT dari Fraksi PKB, Yohanis Rumat dan Ana Waha Kolin memberikan keterangan pers di Kupang, Jumat 27 September 2024. Doc. marthen radja/CNC
Hans Rumat : Waspadalah bagi wisudawan pada September 2024 jangan-jangan tidak punya dan atau tidak cocok PIN
Citra News.Com, KUPANG – FRAKSI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak Mendikbudristek RI segera mencopot Rektor Undana, Dr. Maxs U.E Sanam, drh., M.Sc.
Karena sang Rektor tidak becus mengelola universitas negeri tertua dan terbesar di NTT hingga menelantarkan ribuan mahasiswa lulusan dan punya ijazah tapi bermasalah.
“Kami mendesak Mendikbudristek untuk segera mengevaluasi manajemen pengelolaan Undana yang sungguh meresahkan masyarakat. Jika perlu mencopot itu Rektor yang gemar menciptakan masalah ijazah dari para lulusannya”, tegas Ana Waha Kolin di Kupang, Jumat 27 September 2024.
ADPRD NTT dari Fraksi PKB ini mengatakan dalam tiga tahun belakangan ini masalah ijazah sudah menjadi momok manalaka mahasiswa lulusan Undana mengikuti test CPNS.
Ada ribuan mahasiswa Undana yang terganjal nasibnya karena persoalan ijazah. Ini akibat dari managemen yang buruk pihak Undana sebagai perguruan tinggi negeri tertua di NTT.

“Karena itu, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD NTT mengutuk keras kebobrokan manajemen Undana ini. Bahkan F-PKB NTT meminta Kemendikbud Ristek RI untuk segera mengevaluasi kinerja Rektor Undana. Bila perlu dicopot saja”, tuturnya.
Kepada wartawan Ana Kolin menyatakan, Ini adalah peristiwa genting. Yang suka tidak suka harus diselesaikan segera jika tidak ingin merendahkan SDM NTT.













