Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

GAGAL Ikut Tes CPNS 265 Alumni UNDANA Tidak Miliki PIN Ijazah

Reporter: Marthen RadjaEditor: Dedy -Rumah Web Jakarta
CitraNews

Kika : ADPRD Provinsi NTT dari Fraksi PKB, Yohanis Rumat dan Ana Waha Kolin memberikan keterangan pers di Kupang, Jumat 27 September 2024. Doc. marthen radja/CNC

Hans Rumat : Waspadalah bagi wisudawan pada September 2024 jangan-jangan tidak punya dan atau tidak cocok PIN

Citra News.Com, KUPANG – FRAKSI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak Mendikbudristek RI segera mencopot Rektor Undana, Dr. Maxs U.E Sanam, drh., M.Sc.

Baca Juga :  BANK NTT Merentang Sayap Bisnis Dengan Aplikasi GO NTT

Karena sang Rektor tidak becus mengelola universitas negeri tertua dan terbesar di NTT hingga menelantarkan ribuan mahasiswa lulusan dan punya ijazah tapi bermasalah.

“Kami mendesak Mendikbudristek untuk segera mengevaluasi manajemen pengelolaan Undana yang sungguh meresahkan masyarakat. Jika perlu mencopot itu Rektor yang gemar menciptakan masalah ijazah dari para lulusannya”, tegas Ana Waha Kolin di Kupang, Jumat 27 September 2024.

Baca Juga :  Ketika POLITIK Tak Lagi BERISIK, Seruan HARMONI Digaungkan di Muscab PKB UNTUK Masa Depan RAKYAT

ADPRD NTT dari Fraksi PKB ini mengatakan dalam tiga tahun belakangan ini masalah ijazah sudah menjadi momok manalaka mahasiswa lulusan Undana mengikuti test CPNS.

Ada ribuan mahasiswa Undana yang terganjal nasibnya karena persoalan ijazah. Ini akibat dari managemen yang buruk pihak Undana sebagai perguruan tinggi negeri tertua di NTT.

Baca Juga :  GEBYAR Kemerdekaan RI Ala MAHASISWA PAPUA di Kota Karang

“Karena itu, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD NTT mengutuk keras kebobrokan manajemen Undana ini. Bahkan F-PKB NTT meminta Kemendikbud Ristek RI untuk segera mengevaluasi kinerja Rektor Undana. Bila perlu dicopot saja”, tuturnya.

Kepada wartawan Ana Kolin menyatakan, Ini adalah peristiwa genting. Yang suka tidak suka harus diselesaikan segera jika tidak ingin merendahkan SDM NTT.