DAS yang paling luas di NTT adalah DAS Benain di Pulau Timor seluas 327.515 Ha dan masuk kategori DAS Sedang. Serta ada beberapa DAS kategori Kecil lainnya yang tersebar di beberapa kepulauan di NTT.
Di NTT ada dua DAS terbesar yaitu DAS Benain yang berhulu di Kabupaten Timir Tengah Utara (TTU). Dan terbedar Kedua DAS Talaloes yang berada di dua negara yaitu Timor Leste dan Indonesia. Das Talaloes berhulu di Timor Leste dan bermuara di Belu NTT indonesia.
Menjawab bentangan DAS Benain dan DAS Noelmina, Tuames menjelaskank untuk DAS Benain berhulu di TTU dan bermuara di Malaka. Dengan komposisi TTU sebesar 41 persen, TTS 38 persen, Malaka 13 persen, dan Belu 8 persen.
Dikatakannya, berbicara DAS itu menyangkut Landscape atau bentangan lahan yang tidak dibatasi oleh batas wilayah administrasi. Jadi sifatnya melintas sehingga urusan-urusan DAS tidak bisa dilakukan atau dikerjakan secara partial.
Untuk itu diperlukan kerja-kerja kolaboratif lintas sektor, tambah Tuames. Karena mengelola DAS merupakan bentuk tanggung jawab moril semua pihak untuk memperbaiki bumi.
Lebij jauh dia menjelaskan, berbicara menyangkut pengelolaan DAS tidak semata-mata hutan saja. Karena hutan adalah bagian dari DAS itu sendiri. DAS pada prinsipnya bagaimana upaya manusia menjaga alam ini dengan upaya-upaya untuk meresapkan air hujan kedalam tanah ketika curah hujan yang tinggi.
“Bisa dibayangkan kalau kita tidak kondisikan wilayah DAS sebagai wilayah untuk meresapkan air hujan. Maka air hujan akan semakin meluap percuma ke laut. Jadi dengan menanam aneka pepohonan di area DAS maka setiap musim penghujan air hujan yang turun itu tidak terjadi banjir dan air hujan tidak percuma terbuang ke laut”, ujarnya.













