Kika : WINSTON Neil Rondo, Dokter STEF Soka, AGUS Nahak, dan M. Supriyadin Pua Rake. Doc. baginda
Winston Rondo : Perihal Gaji dan tunjangan pegawai yang terlambat diterima, ke depan perlu mendapat perhatian serius Gubenur dan Wakil Gubernur NTT Terpilih, Melki Lakalena dan Johny Asadoma. Karena hal itu adalah masalah “dapur dan perut” yang berdampak besar bagi kesejahteraan keluarga.
Citra News.Com, KUPANG – MASA Peralihan kepemimpinan Viktor Josef sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT menyisahkan sejumlah persoalan. Salah satunya adalah mandeknya proyek pembangunan Bunker Radioterapi di RSUD W.Z Johanes Kupang.
Hal itu terbongkar ketika ditelisik oleh ADPRD NTT Komisi V pada awal Desember lalu. Persisnya Komisi yang membidangi Kesejahteraan itu melakukan kunjungan ke RSUD Johannes Kupang pada tanggal 10 Desember 2024.
Betapa terkejutnya Muhamad Supriyadin Pua Rake, ST dan rombongan ketika tiba di lokasi. Sang Ketua Komisi ini didampingi Agustinus Nahak, S.Si dan Winston Neil Rondo, S.Pt (Wakil Ketua Komisi V) bersama Anggota Komisi. Yang didapati tidak ada bangun apa-apa pada area sekitar 1000-an M2 itu.
Terpantau lokasi pembangunan bangunan bunker sudah siap. Ditengarai lokasi ini sejatinya harus sudah dibangun di tahun anggaran 2024. Namun gagal dilaksanakan lantaran ketiadaan dana?

Konon kabarnya pembangunan Bunker Radioterapi ini bersumber dari APBN 2024. Singkat kata hal ini menjadi catatan bagi ADPRD NTT untuk kembali memperjuangkannya di TA 2025.
“Komisi V sangat menyayangkan kegagalan pembangunan bunker ini. Karena dalam rapat-rapat komisi, tidak pernah ada penjelasan terkait rencana pembangunan bunker dimaksud dan baru diketahui setelah pelaksanaannya gagal dan disampaikan melalui forum Paripurna oleh anggota DPRD dari Komisi lain”, ungkap Pua Rake.
Terkait kegagalan pembangunan bunker ini9 beber Pua Rake, Komis V DPRD NTT berupaya agar bisa terlaksana tahun 2025. Komisi V akan melaksanakan 3 Fungsi sejak awal.













