“Pentingnya peningkatan digitalisasi pelayanan pada mekanisme investasi dan perizinan guna menekan angka pungutan liar. Mau maju harus kreatif dan berinovasi, tunjukkan kerja nyata tingkatkan loyalitas, rasa empati, keteladanan, komunikasi, dan tunjukkan komitmen dalam kinerja kita,” tutup Johni dalam arahannya.
Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Donald Izaac menjelaskan terkait kondisi aset-aset dan fasilitas Pemprov NTT yang dikelola. Diantaranya, Rumah Adat dan Gedung Anjungan yang digunakan untuk kegiatan komersial dan budaya serta fasilitas sewa kamar.
“Untuk menambah PAD kita, aset yg terdapat di anjungan NTT kami sewakan secara komersil diantaranya gedung berkapasitas 200 orang dan kamar dengan tarif sewa Rp 250.000 per malam,” ungkapnya.
Rencananya Wagub Johny Asadoma akan kembali melaksanakan Inspeksi terhadap aset-aset Pemda yang terdapat di luar wilayah NTT.
Aset Pemda NTT yang konon tercecer itu antara lain di Depok, Bandung dan Jogjakarta. Wagub Johny bersedia berkunjung sebelum beliau bertolak ke Magelang dan bergabung bersama Gubernur Melky Laka Lena yang sedang melaksanakan retret Kepala Daerah se-Indonesia pasca Pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis 20 Februari 2025. +++ marthen/*












