Di menit-menit aksi brutal pendemo itu tersulut oleh karena anggota Satpol PP dan sejumlah pegawai menegur tidak seorang anggota pendemo berusaha mencorat-coret dinding dan tiang gedung.
Dan di menit-menit puncak aksi barulah datang bala bantuan dari Satuan Brimob lengkap dengan mobil watercanon.. Namun beberapa menit sebelumnya tiba Wakapolda NTT, Brigjen Pol. AWI Setiyono, S.I.K, M.Hum. Disusul Ketua DPRD NTT, Emy Nomleni.
Sosok yang dinanti-nanti pendemo yang tadi-tadinya merasa dibohongi, Emy Nomleni didampingi ADPRD Komisi I dan Wakapolda AWI, itulah suasana agak meredah.
“Saya TIDAK terima pernyataan adik-adik agar saya memgeluarkan kata dan kalimat MENOLAK REVISI UU TNI itu. Karena kami punya mekanisme. Terserah kalian mau bilang apa. Tapi aspirasi kalian DPRD NTT menerima tapi bukan merupakan keputusan DPRD NTT”, tegas Nomleni.
Terkait aksi brutal itu ada oknum penonton aksi nyeletup, kalau anggota polisi yang mengawasi aksi itu, kalah gertak alias tidak mampu berbuat apa-apa menghadapi aksi brutal pendemo. +++ rm/cnc













