Gubernur NTT, MELKY.Laka.Lena saat menghadiri Inception Workshop of CI-GEF Management of Indonesia and Timor Leste Transboundary Watershed (MITLTW) Project, di Kupang, Kamis (22/5).. Foc. CNC/biro Apim setdantt
Citra News.Com, KUPANG – GUBERBUR Nusa Tenggra Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong penguatan Tata Kelola dan Ketahanan Air Untuk NTT-Indonesia dan Timor Leste.
Dia mengatakan, salah satu simpul penting yang juga menyatukan NTT-Indonesia dan Negara Republic Democratic Timor Leste, adalah keberadaan Daerah Aliran Sungai (DAS Benin dan Noelmina, red) di wilayah perbatasan.
“Secara ekonomis dan sosial ekonomi, daerah aliran sungai ini memainkan peran vital dalam menopang kehidupan ekonomi masyarakat di kedua negara. Air yang mengalir dari hulu hingga ke hilir, membawa harapan untuk tumbuh, untuk masa depan yang lebih baik bagi warga yang ada di kedua negara Indonesia dan Timor Leste”, ujarnya.
Gubernur Melky menjelaskan hal ini saat menghadiri Inception Workshop of CI-GEF Management of Indonesia and Timor Leste Transboundary Watershed (MITLTW) Project, yang dilaksanakan di Hotel Sotis, Kupang, Kamis (22/5).
Hadir pada kesempatan tersebut, diantaranya Dirjen Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai dan Hutan Kementerian Kehutanan RI, Dyah Murtiningsih, Menteri Muda Kehutanan Timor Leste, Fernandino Vieira, dan Dirjen Kehutanan Timor Leste, Hermenegildo Granadero.












