Kami Pemerintah dan masyarakat Provinsi NTT, ungkap Gibernur Melky, menyambut inisiatif ini dengan penuh semangat dan komitmen. Sebab MITLTW bukan sekadar proyek teknis untuk perlindungan ekosistem, melainkan juga mencakup penguatan tata kelola air, peningkatan praktik pertanian yang ramah lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal di wilayah perbatasan.
Kami ingin memastikan bahwa proyek ini bukan hanya hadir sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai gerakan bersama yang memperjuangkan masa depan yang lebih hijau, damai, dan sejahtera di tapal batas negeri kita, baik Indonesia maupun Timor Leste.
“Saya juga ingin menegaskan bahwa pendekatan partisipatif dan kolaboratif harus menjadi fondasi utama dari proyek ini”, ucapnya.
Gubernur Melky berharap, masyarakat adat, petani, perempuan, pemuda, dan seluruh komunitas yang hidup di kawasan daerah aliran sungai harus dilibatkan secara aktif dalam setiap prosesnya.
‘Kita ingin memastikan bahwa pengelolaan kolaboratif ekosistem air tawar ini benar-benar mendukung ketahanan air, ketahanan pangan, dan keberlangsungan mata pencarian masyarakat di kedua negara.” tambah Ketua DPD Golkar NTT ini. +++ marthen/*












