Hampir Pasti KPU ABAIKAN Permintaan FLOTIM

Aspirasi yang disampaikan oleh elemen masyarakat agar menuda pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Flores Timur (Flotim), hingga saat ini belum direspon KPU Pusat. Bukankah itu sama artinya dengan  ibarat membuang garam ke laut?

Kupang, citra-news.com – YOSAFAT KOLI, Juru Bicara KPU Provinsi NTT mengatakan, aspirasi yang disampaikan pemerintah dan tokoh agama serta sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Flores Timur  (Flotim) telah disampaikan ke KPU Pusat.

“Aspirasi dimaksud adalah meminta KPU Pusat agar menunda pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2019  khususnya di Kabupaten Flotim karena bertepatan dengan hari raya keagamaan.   Namun hingga saat ini pihak KPU Provinsi NTT belum mendapat informasi soal pergeseran waktu pemungutan suara Pemilu Serentak di Flotim,”kata Yosafat di Kantor KPU Provinsi NTT, Kupang, 19 Maret 2019.

Menurutnya, bila KPU Pusat tidak memberikan ruang penundaan waktu Pemilu Serentak bagi warga pemilih di Kabupaten Flores Timur maka KPU Provinsi perlu mempersiapkan strategi-strategi. Dan strategi yang ditempuh diantaranya soal waktu pelaksanaan pleno hasil pemungutan suara.

Karena setelah hari setelah hari pemungutan suara pada Rabu 17 April, jelas Yosafat, langsung memasuki Three Hari Suci. Diketahui hari-hari dimaksud dalam ajaran agama Katholik (Nasrani) yaitu Hari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Hari Sabtu Suci atau Sabtu Haleluya. Sedangkan hari Minggu adalah Hari PASKAH.

”Nantinya rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kecamatan baru akan dilaksanakan pada Senin tanggal 22 April 2019,”ucap Yosafat.

Menjawab wartawan soal desakan masyarakat Flotim ini, Yosafat mengatakan  pihaknya berharap KPU Pusat agar mempertimbangkan aspirasi yang telah disampaiikan itu.

“Iya kami selaku penyelenggara Pemilu di tingkat daerah, kami tetap tunduk pada keputusan KPU Pusat,”tandasnya.

Petugas TPS BUKAN Panitia ‘Semana Santa’

Dia menambahkan, strategi lain yang diambil bila pemungutan suara TIDAK mengalami pergeseran maka Penyelenggara (Petugas) di 98 TPS tidak berurusan langsung dengan panitia Semana Santa. Sehingga pelaksanaan pemungutan suara di 98 TPS di Kabupaten Flotim tersebut dapat berjalan lancar.

Ke-98 TPS tersebut, sebut Yosafat, masing-masing terdapat di Kota Larantuka Pulau Flores sebanyak 92 TPS dan 6 TPS lainnya terdapat di WurePualau Adonara atau persisnya di WureKecamatan Adonara Barat dan    di Pulau Konga Kecamatan Titehena.

Terkait Surat Suara (SS) Pemilu Serentak 2019, mantan wartawan itu menjelaskan, berdasarkan Rekapitulasi Laporan Harian  Kegiatan P-3 yakni Penyortiran, Pelipatan, dan Pengesetan (Data sampai dengan Selasa 19 Maret 2019) terdapat 2(dua) kabupaten yang belum dikerjakan. Masing-masing Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Manggarai Barat. Dengan total hasil sortir dalam kondisi BAIK sebanyak 6.369.260 SS. Dalam kondisi RUSAK sebanyak 367.678 SS. Atau total Surat Suara yang sudah dilakukan P-3 berjumlah  6.736.938 atau 40,03 persen. +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Yosafat Koli menunjuk Hasil Rekap P-3 Surat Suara usai konperensi pers di Kantor KPU Prov. NTT,  di bilangan Jl. Polisi Militer Kupang NTT, Selasa 19 Maret  2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *