Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Polkam  

ASTAGA, Rombongan Mahasiswa UPG 1945 DIHADANG di Terminal BELLO

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

“Kalau ini perlu ada semacam “tanda” bahwa ada rombongan mahasiswa atu kelompok apa begitu. Atau dari pihak Kampus bersurat ke pihak terkait. Sehingga bisa terpantau jika ada seauatu terjadi selama perjalanan menggunakan moda trasportasi”, kata Yohanes.

Kabid LLAJ ini mengatakan sudah ada banyak kejadian di luar sana, ada kecelakan dan lain-lain oleh karena pengguna jasa angkutan kurang mentaati aturan. Demikian juga kondiai kendaraan yang dipakai apakah aman dan nyaman bagi penumpangnya?

Itulah fungsi terminal, jelas Yohanes, untuk mengatur transportasi agar lebih efektif dan efisien, guna minimalisir terjadinya kecelakaan. Selain fungsi terminal untuk memfasilitasi perpindahan penumpang antara moda, seperti dari mini bus ke angkutan kota. Tapi sudahlah ini sekaligus kami mengedukasi masyarakat”, beber Yohanes sembari meminta tempelkan karton bertuliskan Rombongan.

Baca Juga :  YOS Rasi Tegaskan TIDAK BENAR Terjadi TRANSAKSI Jual Beli JABATAN

Ketidaktahuan yang sama juga diungkapkan Yublina Bureni. Dia menyatakan kekecewaannya atas tindakan petugas. “Kalau begini terus Ini bikin kami penumpang rugi dobel-dobel. Tapi kami tiba bisa menggunakan kendaraan pic up yang sama, harus dengan Angkot. Tapi Angkot tidak mau muat barang. Jadi barang sendiri manusia sendiri, kalau barang kami hilang bagaimana”, ucapnya.

Baca Juga :  Bawa ke Arena Kampanye Mobnas Wagub NTT Terbakar

Begini mama, ucap Yohanes. Sekarang ini sudah ada aturan baru yang berlaku di terminal. Kalau ada pick up yang muat barang dan orang lebih dari 5 orang termasuk sopir dan kerneknya, maka penumpangnya harus turun di terminal. Pick up yang angkut barang itu lanjut jalaan masuk kota cukup angkut satu dua orang pemilik barang.

“Kami tidak larang itu. Kami hanya tertibkan saja supaya kendaraan pick up atau mini bus tidak angkut banyak-banyak penumpang. Karena fungsi kendaraan itu untuk angkut barang bukan penumpang. Nanti Angkot yang angkut penumpang dari dan ke terminal”, jelas Yohanes.

Baca Juga :  ASN harus Jadi AGEN PERUBAHAN Mindset dan PERILAKU

“Oo begitu. Kami tidak tahu na. Karena selama ini kami dari desa dengan pick up langsung masuk kota Kupang. Penjelasan seperti ini pasti banyak pengguna jasa angkutan belum tahu aturan sekarang. Nanti saya sampaikan ke orang- orang desa”, kata Yublina.

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Terminal Type A Bimoku, Kita Kupang NTT. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Terminal Type A Bimoku, Kita Kupang NTT.