Di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur telah dibangun tiga type terminal, yakni type A di Bimoku, Type B di Oebobo, dan Terminal type C ada di beberapa lokasi, salah satunya Terminal Bello. Tapi apakah para pihak memanfaatkannya dengan baik?
Citra News.Com, KUPANG – KEPALA Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere mengatakan fungsi terminal dalam transportasi diantaranya adalah tempat perpindahan penumpang atau barang antara moda transportasi yang berbeda.
Dia mengakui selama ini Terminal Bello tidak dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu saat ini Pemkot Kupang melalui dinas perhubungan kembali mengoptimalisasi pemanfaatan Termimal Bello untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pinggiran kota.
Berikut petikan wawancara awak Portal berita citra-news.com (CNC) dengan Bernadinus Mere (BM) di Terminal Bello, Rabu (16/7) :
CNC : Sejak kapan Terminal Bello ini kembali beroperasi
BM : Kita lakukan operasi penertiban kendaraan Angkutan Kota (Angkot) dan mobil pickup sudah berjalan dua mingguan. Persisnya mulai tanggal 7 Juli 2025, untuk Angkot trayek Sikumana sudah masuk di Terminal Bello. Demikian juga kendaraan pickup dari arah Baun Amarasi Kabupaten Kupang yang selama ini angkut penumpang langsung kedalam kita tertibkan. Bahwa ada penumpang harus diturunkan di Terminal Bello.

CNC : Apa alasan mendasar hingga instansi anda rela “berkantor” di Terminal Bello?
BM : Dengan jumlah personil yang ada para pegawai menyebar di setiap persimpangan Jalan H.R Koroh. Utamanya di lokasi terminal untuk
mengawasi lalu lintas Angkota sesuai ijin trayek yang dimiliki. Selain itu kendaraan pickup yang semrawutan (tidak tertib) berlalulintas.
CNC : Dari dulu semenjak
terbangun Terminal Bello tidak dimanfatkan moda transportasi darat yang dimaksud. Area terminal jadi kandang hewan bahkan area persampahan juga tempat mesum. Komentar Anda?













