BM : Terminal ini tidak dimanfaakan dengan baik, ini keterkaitannya dengan ketersediaan personil untuk penertiban Angkot dan pickup dari luar kota. Dengan keterbatasan personil maka setelah kami berkomunikasi dengan stakeholder lain untuk ikut terlibat dalam urusan ini. Sehingga baru kali ini terlaksana. Ya, baru saat ini kita lebih siap ketimbang sebelumnya. Khusus pick up (Angkutan Pedesaan) dati arah Baun Amarasi Kabupaten Kupang, semua kita periksa di Terminal Bello. Karena selama ini mereka lalai terhadap aturan. Sama juga Angkot yang punya trayek Sikumana jangan putar di persimpangan Jalur 40, tapi mereka harus terus ke Terminal Bello.
CNC : Apa ada prospek dari optimalisasi pemanfaatan terminal type C seperti Terminal Bello ini?
BM : Kita ketahui di Kota Kupang ini sudah terbangun tiga type terminal. Yaitu di Bimoku Terminal Type A untuk angkutan antarnegara. Terminal Oebobo adalah Type B untuk angkutan antarkota dalam provinsi; dan Terminal type C ada di Bello, di LLBK, dan di Manulai I. Jadi fungsi terminal adalah tempat perpindahan antara moda transportasi. Untuk Angkot harus menyinggahi terminal bukan berputar/balik si terminal bayangan. Sedangkan pickup angkut penumpang dari arah Baun Amarasi Kabupaten Kupang yang mau ke Kota Kupang maka harus turunkan penumpannya di Terminal Bello. Tapi yang selama ini terjadi mereka langsung masuk Kota. Oleh karena itu tugas Dinas Perhubungan Kota Kupang adalah menertibkan kendaraan yang tidak taat aturan berlalulintas.

CNC : Apakah fungsi terminal dengan transportasi yang memadai juga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar?
BM : Sudah tentu. Karena transportasi adalah penggerak ekonomi. Warga masyarakat sekitar Bello ini kan mereka butuh transportasi untuk aneka keperluan di Kota. Selama ini Termimal Bello tidak beroperasi dengan baik dan transportasi tidak berjalan optimal sehingga terjadi ekonomi biaya tinggi. Nah, sasaran kita dengan optimalisasi pemanfaatan Terminal ini, kita yakin dan percaya akan dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sasaran.
CNN : Apakah ada rencana buka trayek baru untuk Angkot khususnya
terpusat di Terminal Bimoku?
BM : Iya, nantinya kita lakukan evaluasi. Kalau memang operatornya ternyata tidak mampu menyediakan jasa angkutannya maka pasti kita membuat kajian baru atau perijinan baru karena yang ada saat ini kurang memadai. Itu pertama. Yang kedua dengan adanya Terminal Bimoku dimana menjadi simpul transportasi kita di daratan Timor maka ada trayek baru yang menuju ke terminal type B dan type C. Nah, dengan adanya pengoperasian kembali terminal type C yang selama ini tidak optimal beroperasi di setiap trayek, bisa menjadi indikator penerbitan ijin trayek yang baru.
CNN : Di wilayah Kelurahan Bello terus bertumbuh hunian baru. Sudah pasti transportasi jadi kebutuhan warga. Pendapat Anda?













