Dia menyebut, hingga saat ini baru ada dua calon komisaris yang mengikuti fit and proper test di OJK. Diharapkan seluruh prosesnya bisa rampung bulan ini.
“Kami sepakat menunggu proses OJK selesai, baik untuk posisi Dirut, direksi lain maupun komisaris. Setelah itu baru disahkan melalui RUPS”, tambah dia.
Gubernur Melky meminta jajaran pengurus baru Bank NTT diwajibkan untuk menyusun dan mempresentasikan rencana bisnis untuk ke depannya ke hadapan pemegang saham. Dengan begitu pemegang saham tahu arah bisnis Bank NTT ke depan. Dan rencana bisnis itu harus diketahui dan nantinya menjadi kesepakatan bersama antara pengurus dan pemegang saham.
Bank NTT ini adalah milik kita bersama, tegas dia. Oleh karena itu rencana bisnis Bank NTT ke depan harus bisa memenuhi semua program pemerintah pusat yang ada di daerah. Juga semua program pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang ada.
“Dengan dukungan semua pemegang saham, saya optimis Bank NTT tidak hanya sehat secara keuangan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi motor penggerak ekonomi di NTT”, tambah dia.
Terpantau, RUPS LB Bank NTT kali digelar secara hybrid. Para pemegang saham (para Bupati/Walikota) dari daratan Timor hadir langsung. Sementara para pemegang saham dari kabupaten lain mengikuti secara daring (dalam jaringan).
RUPS LB ini turut dihadiri Komisaris Independen Bank NTT, Frans Gana; Plt Direktur Utama Yohanis Lambu Praing, Direktur Teknologi, Informasi dan Operasional Hilarius Minggu, serta Direktur Kepatuhan Christofel Adoe.
Diyakini dengan ditetapkannya Bank Jatim sebagai PSP II, Bank NTT memasuki era baru, lebih kuat secara modal, lebih siap secara tata kelola, dan lebih optimis menghadapi tantangan perbankan di tingkat regional maupun nasional. +++ marthen/CNC












