Dia menyebut ada 3 (tiga) langkah strategis yang erus dilaksanakan dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Yaitu melalui peningkatan pendapatan, pengurangan beban pengeluaran, serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan. Ini sudah tentu peran Gereja sebagai mitra pemerintah dalam membangun kesejahteraan masyarakat NTT.
“Kini saatnya kita bangkit membangun Provinsi NTT sebagai Ibu Kota Ekonomi Kreatif melalui UMKM, melalui ekonomi desa berbasis kreativitas dan inovasi. Sehingga kita semua dapat mewujudkan proses pertumbuhan masyarakat”, tegas dia.
“Sekali lagi selamat atas pembangunan gedung GMIT Center dan kebersamaan jemaat dan pemerintah yang terus terjalin,” ucapnya.
Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, menyebut kehadiran Menko PM menjadi kebanggaan besar bagi jemaat GMIT. Kami percaya momentum ini bukanlah sesuatu kebetulan. Tapi peristiwa akan membawa perubahan besar bagi Indonesia, khususnya NTT.
“Sinode GMIT yang tersebar di dalam dan luar negeri terus bertumbuh dalam keterbatasan. Gereja harus berdampak bagi bangsa dan daerah dan peresmiangedung ini kirannya menjadi rumah persaudaraan sekaligus kebanggaan NTT,” ujarnya.
Simbol Persatuan dan Pelayanan
Sementara itu, Gubernur NTT Melky Laka Lena menegaskan pembangunanM GMIT Center merupakan bukti dari hasil kerja gotong royong.
“Gedung ini menjadi simbol kesatuan Sinode GMIT yang jemaatnya tersebar di seluruh Indonesia dan dunia. Ini adalah lambang persatuan, pelayanan, dan harapan yang lahir dari persekutuan yang kokoh,” kata Gubernur Melky.












