“Pengelolaan DAS bukan hanya soal hutan dan air, tetapi menyangkut kehidupan manusia secara menyeluruh. Dari hulu sampai hilir harus dikelola dengan prinsip keterpaduan, agar sumber daya alam tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tegasnya.
DAS merupakan satuan wilayah ekosistem yang berperan penting dalam mengatur tata air dan kesuburan tanah. Di NTT, terdapat beberapa DAS prioritas yang menjadi fokus pengelolaan, seperti DAS Benain dan Noelmina di Timor juga DAS Wae Rii dan Aesesa di Flores.
Pemerintah daerah dalam hal ini bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mendorong rehabilitasi lahan kritis di kawasan hulu serta penataan tata guna lahan di wilayah tengah dan hilir. Selain itu, partisipasi masyarakat lokal juga menjadi kunci keberhasilan pengelolaan Daerah Aliran Sungai.
“Program konservasi berbasis masyarakat, seperti penanaman pohon di daerah tangkapan air, pembuatan sumur resapan, serta pengembangan pertanian ramah lingkungan, terus digalakkan. Kita ingin agar masyarakat di hulu mendapat manfaat langsung dari menjaga lingkungan, sehingga mereka memiliki insentif untuk terus melestarikan DAS,” tambah Dolfus.
Penguatan Ekonomi Lokal
Pada kesempatan terpisah Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam arah kebijakannya menekankan bahwa pembangunan daerah harus berbasis pada keberlanjutan sumber daya alam.
“Pemerintah provinsi NTT terus berupaya mengintegrasikan pendekatan ekologis dengan penguatan ekonomi lokal melalui pengelolaan hasil hutan bukan kayu, wisata alam, dan sistem pertanian berkelanjutan”, tuturnya.
Gubernur Melky Laka Lena menyatakan, pengelolaan DAS menjadi salah satu pilar penting dalam strategi adaptasi perubahan iklim di NTT, mengingat provinsi ini rawan kekeringan dan bencana hidrometeorologi.
Dengan pengelolaan DAS yang baik, pemerintah berharap ketersediaan air untuk irigasi, kebutuhan rumah tangga, dan sektor energi dapat lebih terjamin. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu menjaga keanekaragaman hayati serta mendukung pembangunan ekonomi hijau di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. +++ marthen/CNC












