Selama meniti karier di jajaran eselon, Jefry Pelt telah membuktikan kinerja dan loyalitasnya. Tak heran jika kepercayaan besar diberikan kepadanya untuk menduduki posisi strategis sebagai Sekda Kota Kupang.
Jembatan dan Navigator Pemerintahan
Dalam sambutannya, Wali Kota Christian menegaskan bahwa Sekda bukan sekadar pejabat administratif, melainkan jembatan dan Navigator pemerintahan. Atau antara visi kepala daerah dengan semangat kerja aparatur di lapangan.
“Sekda harus menjadi navigator utama lintas sektor. Ia punya tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh program pemerintah berjalan dengan baik dan berpihak pada masyarakat,” ujarnya tegas.
Kata-kata itu disambut tepuk tangan hadirin, pertanda bahwa pesan moral kepemimpinan yang disampaikan Walikota Christian Widodo mengedepankan tanggung jawab dan empati, masih sangat relevan dalam birokrasi modern.
Wali Kota Christian juga menyampaikan refleksi mendalam tentang makna kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang rela berkorban demi kepentingan rakyat. Menjadi pemimpin itu bukan untuk mencari kenyamanan pribadi.
“Sekda harus rela berkorban dan penuh tanggung jawab. Seorang pemimpin sejati itu terluka, tapi tanpa ada orang yang tahu,” tuturnya lirih, membuat suasana ruang pelantikan hening penuh haru.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jabatan hanyalah titipan, yang setiap saat bisa diambil kembali oleh Tuhan maupun masyarakat. Karena itu, seorang pemimpin harus bekerja dengan hati yang tulus dan integritas yang tinggi.
“Kita tahu apa yang kita miliki, tapi kita tidak tahu kapan Tuhan mengambilnya kembali. Maka bekerjalah dengan integritas, karena jabatan itu hanyalah titipan,” pesan Christian.













