“Apa yang dilaksanakan hari ini merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Kota Kupang dan Balai POM. Vaksin ini sangat penting untuk mencegah kanker serviks dan memperkuat fondasi kehidupan generasi bangsa melalui perempuan,” ujarnya.
Menurut Sekda, vaksinasi HPV tidak hanya berdampak pada pencegahan penyakit, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Kota Kupang.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar. Hingga hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 370 orang mengikuti vaksinasi, jauh melampaui target awal sebanyak 100 peserta. Kegiatan ini sendiri dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap pentingnya kesehatan.
Sekda Jefry mengingatkan pentingnya mengikuti rangkaian vaksinasi secara lengkap. Setelah vaksin tahap pertama, peserta diwajibkan mengikuti vaksin lanjutan dua bulan dan enam bulan berikutnya agar manfaat perlindungan dapat diperoleh secara optimal.
Target Awal 100 Orang
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya Widodo mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat. Ia menilai antusiasme tersebut sebagai indikator meningkatnya kesadaran perempuan terhadap kesehatan reproduksi sejak dini.
“Target awal hanya 100 orang, tetapi yang mendaftar mencapai 370 peserta. Ini luar biasa. Bahkan Balai POM Pusat menilai kegiatan ini memiliki antusiasme paling besar,” ungkapnya.
Dokter Widya juga mengingatkan keterlibatan remaja dan perempuan muda menjadi sinyal positif bagi masa depan kesehatan generasi mendatang. “Remaja hari ini adalah calon ibu ke depan. Ibu harus sehat lebih dulu agar dapat melahirkan generasi yang berkualitas,” katanya.












