Dalam kerangka akselerasi, Gubernur membagi fokus kerja ke dalam lima tim strategis, masing-masing dengan mandat yang terukur:
1) Tim Akselerasi Dasacita dan Program Pusat. Dipimpin Alfons Theodorus, bertugas mengevaluasi program unggulan daerah dan sinkronisasi program nasional seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan Swasembada Pangan.
2) Tim Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu. Diketuai Jonny Ericson Ataupah, berfokus pada validasi data kemiskinan secara langsung hingga tingkat desa.
3) Tim Optimalisasi PAD. Dipimpin Bernhard Menoh, diarahkan menutup kebocoran pajak serta memperluas sumber pendapatan asli daerah.
4) Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan. Dikoordinatori Selfi Nange, memacu hilirisasi produk lokal melalui NTT Mart dan penyaluran KUR produktif.
5) Tim Komunikasi Pemerintahan.
Dipimpin Prisila Parera, bertugas membangun narasi positif pembangunan melalui konten dan pemberitaan harian.
Salah satu perhatian utama Gubernur Melky Laka Lena adalah persoalan validitas data kemiskinan. Ia menilai, ketidakakuratan data selama ini menjadi penghambat utama efektivitas program bantuan.
Pemerintah Provinsi, menurutnya, akan melibatkan TNI, Polri, dan Kejaksaan dalam pengawasan distribusi bantuan sosial seperti PKH dan PIP agar tepat sasaran.












