Doris Rihi : Tren kunjungan kapal pesiar sepanjang tahun 2026 sebagai indikator bahwa destinasi wisata di NTT telah berkembang menjadi magnet baru bagi wisatawan mancanegara.
Citra News.Com, KUPANG – KUNJUNGAN kapal pesiar mewah kembali menyapa wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Rencana sandarnya kapal pesiar Oceania Vista pada 20 April mendatang bukan sekadar agenda kunjungan wisata biasa, melainkan sinyal kuat bahwa pariwisata NTT semakin mendapat tempat di peta wisata dunia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Doris Alexander Rihi, di ruang kerjanya Selasa, 14 April 2026 menyampaikan apresiasi atas kunjungan kapal pesiar tersebut.
Diketahui, Oceani Vista adalah kapal pesiar berukuran sedang yang diluncurkan pada tahun 2023 oleh Oceani Cruises berkapasitas 1.200 tamu. Dengan fokus pada kuliner dan desain modern yang elegan, kapal ini singgahi berbagai destinasi eksklusif, termasuk melintasi Melanesia dan Australia pada Maret hinggal April 2026. Bahkan dijadwalkan tiba di Kupang NTT Indonesia pada 20 April 2026.
Doris mengatakan, kedatangan kapal pesiar mewah ini adalah bentuk kepercayaan industri pariwisata global terhadap daya tarik destinasi di wilayah NTT.
“Bagi pemerintah daerah, kunjungan kapal pesiar bukan sekadar peristiwa seremonial. Lebih dari itu, setiap kapal yang bersandar membawa peluang ekonomi yang harus mampu diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat”, tegasnya
Doris melihat tren kunjungan kapal pesiar sepanjang tahun 2026 sebagai indikator bahwa destinasi wisata di NTT telah berkembang menjadi magnet baru bagi wisatawan mancanegara.
Kunjungan Berdampak
Fenomena meningkatnya kunjungan kapal pesiar ini menandakan adanya perubahan persepsi terhadap pariwisata NTT. Wilayah yang dahulu dikenal sebagai destinasi alternatif kini mulai dilihat sebagai tujuan utama. Hal ini tidak terlepas dari promosi pariwisata yang semakin intensif serta meningkatnya kualitas layanan destinasi.
Namun demikian, Doris menegaskan bahwa keberhasilan pariwisata tidak cukup hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan bahwa setiap kunjungan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.












