“Kalau kita bisa produksi sendiri, kenapa harus beli dari luar?” katanya sambil tersenyum.
Dukungan terhadap kelompok usaha ini juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktorius Manek.
Ia menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui produk ramah lingkungan.
Bantuan tersebut mencakup sarana dan prasarana produksi sofa berbahan daur ulang sampah, yang diserahkan langsung di kantor lurah setempat. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Rembuk OVOP sebagai wadah diskusi pengembangan produk unggulan lokal.
“Kelurahan Nunbaun Sabu sebagai salah satu percontohan OVOP di Kota Kupang dengan produk yang kreatif, inovatif, dan ramah lingkungan”, ujarnya.
Di bawah rintik hujan siang itu, deretan sofa hasil daur ulang tampak menjadi simbol harapan baru. Dari tumpukan sampah plastik, lahir karya yang bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga membawa pesan tentang kepedulian lingkungan dan semangat kemandirian.
Bagi warga Nunbaun Sabu, hari itu bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan, melainkan awal perjalanan menuju Kampung Kreatif yang percaya bahwa dari limbah pun, masa depan bisa dirajut dengan penuh harapan. +++ marthen/*












