Kika : Kadis ESDM Provinsi NTT, Viktor Manek dan Gubernur MELKY Laka Lena saat menerima kunjungan pihak PLN dan Undana. Doc. CNC/biro APim Setdantt
Gubernur Melky Laka Lena menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk percepatan transisi dari energi fosil menuju energi nasional berbasis EBT.
Citra News.Com, KUPANG – LANGKAH tenang NTT menyambut energi masa depan tak lagi sebatas wacana. Percakapan hangat pagi itu di Rumah Jabatan Gubernur NTT, harapan tentang energi bersih mulai dirangkai dalam langkah-langkah nyata.
Dalam percakapan bernas antara pemerintah, dunia usaha, dan kampus membuahkan komitmen bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov. NTT) menyatakan kesiapannya untuk ikut bergerak dalam arus besar transisi energi nasional. Adalah sebuah perubahan yang tak hanya menyentuh teknologi, tetapi juga masa depan masyarakat.
Pertemuan tersebut menjadi ruang temu produktif antara pemerintah, dunia usaha dalam hal ini PLN, dan dunia kampus yakni UNDANA. Kolaborasi dari Tiga Pilar ini diharapkan berjalan seiring dalam menghadirkan energi baru terbarukan (EBT) di bumi Flobamora.
Bagi NTT, energi bukan sekadar listrik yang menyala di rumah-rumah warga. Lebih dari itu, ia adalah harapan tentang kemandirian. Dari arahan Prabowo Subianto untuk mempercepat transisi dari energi fosil menuju energi bersih dipandang sebagai peluang strategis yang tak boleh dilewatkan. Apalagi dengan target ambisius pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 Gigawatt, Indonesia sedang menatap masa depan energi yang lebih hijau.












