Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Menapak JEJAK LELUHUR di Maumere CHRISTIAN WIDODO Menyulam IMAN, KEPEMIMPINAN, dan Masa Depan PENDIDIKAN

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Sebelum ziarah, rombongan lebih dahulu bersilaturahmi dengan Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu. Pertemuan yang berlangsung hangat ini mencerminkan hubungan yang selama ini terjalin erat antara gereja dan pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur.

Dalam konteks sosial NTT, gereja bukan hanya institusi keagamaan, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan manusia—mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga penguatan nilai sosial.

Interaksi seperti ini memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada jaringan sosial dan spiritual yang kokoh.

Baca Juga :  KITA Boleh PINTAR Tetapi TIDAK Harus MATI

Kampus STFK Ledalero Berubah Nama

Perjalanan kemudian berlanjut ke Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero. Kampus ini sebelumnya bernama STFK – Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero. Rombongan peziarah ini diterima langsung oleh Rektor IFTK, Pater Dr.Otto Gusti Madung SVD.

Di bawah kepemimpinan Otto Gusti Madung, Kampus IFTK Ledalero kini bertransformasi dari lembaga filsafat klasik menjadi pusat pendidikan multidisipliner. Dengan kata lain kampus ini memperluas cakupan ke bidang teknologi kreatif—mulai dari kewirausahaan, desain komunikasi visual, hingga sistem informatika.

Baca Juga :  Merawat HARAPAN dari Tanah PERANTAUAN, Walikota CHRISTIAN Dorong PERKUAT SATGAS dan Komunitas PMI

Transformasi ini mencerminkan perubahan paradigma pendidikan di daerah: dari sekadar pembentukan intelektual berbasis humaniora menuju integrasi dengan kebutuhan zaman digital.

Diskusi antara rombongan dan pihak kampus menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif sekaligus berakar pada nilai kemanusiaan.

Baca Juga :  Ciptakan ATLIT Berprestasi HINDARI Cara Berpikir KELOMPOK

Museum dan Memori Peradaban Flores

Di lingkungan kampus, rombongan juga mengunjungi Museum Bikon Blewut. Di sana, mereka disambut oleh pimpinan museum yang juga antropolog Pater Laurensius Woda SFil, M.T.TS MA.

Museum Bikon Blewut dikenal sebagai salah satu museum terbesar di NTT, dengan koleksi ribuan artefak dan fosil bersejarah.

Di Museum ini menyimpan ribuan artefak penting, termasuk temuan manusia purba Flores dan karya seni bernilai tinggi.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Dokter Christin Widodo dan Keluarga Berziarah ke Makam Leluhur Maumere. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Dokter Christin Widodo dan Keluarga Berziarah ke Makam Leluhur Maumere.