Baginya, revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak. Lebih dari itu adalah upaya menciptakan suasana belajar yang layak, ruang kelas yang tidak bocor saat hujan, kursi yang nyaman untuk belajar, serta lingkungan yang mendorong semangat anak-anak untuk bermimpi.
“Dari ruang-ruang sederhana inilah, pemimpin masa depan akan lahir,” ungkapnya dengan nada optimistis.
Sementara itu, Kepala TK Kristen Kota Kupang, Nortje R. Padaleti, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia menyebut pembangunan ini sebagai jawaban atas harapan panjang pihak sekolah untuk memiliki fasilitas yang lebih layak.
Baginya, gedung baru bukan hanya soal tembok dan atap, tetapi tentang menciptakan ruang yang mampu merangsang kreativitas anak-anak. Ruang yang hangat, aman, dan penuh warna, tempat anak-anak bisa belajar dengan rasa nyaman.
Di tengah segala keterbatasan, pembangunan ini menjadi simbol bahwa perubahan selalu mungkin dimulai, bahkan dari langkah kecil seperti peletakan satu batu pertama.
Empat bulan ke depan, bangunan itu ditargetkan berdiri kokoh. Namun sesungguhnya, yang sedang dibangun bukan hanya gedung sekolah, melainkan masa depan. Yang perlahan namun pasti dan penuh harapan.

Di halaman kecil itu, tempat anak-anak berlari dan tertawa. Menggoreskan sebuah pesan sederhana tapi mengalir. Bahwa pendidikan adalah investasi paling berharga. Dan setiap anak berhak tumbuh dalam ruang yang layak untuk bermimpi. +++ marthen/*













