Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Sosbud  

Ketika LILIN-LILIN Kecil MENYALA Lembut dari ALTAR Lasiana, KOTA KUPANG Menemukan ARAH PEMBANGUNAN

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Tahun 2026 ini, jelas Christian, Pemerintah Kota Kupang menjangkau 101 pasangan dari berbagai denominasi agama. Sekaligus menghadirkan program lain seperti beasiswa bagi ratusan siswa, sunatan massal, hingga rehabilitasi rumah warga.

Namun di antara semua itu, ada satu benang merah yang mengikat yaitu keberpihakan pada kehidupan dasar masyarakat.

Di dalam gereja, satu per satu pasangan mengucapkan janji. Suara mereka mungkin tidak terlalu lantang, tetapi cukup untuk meneguhkan keputusan besar yang mereka ambil.

Baca Juga :  Teka Teki Berakhir Legah, IGNAS Lega Jadi Penjabat SEKDA KOTA Kupang (Catatan Pinggir)

Di mata sebagian orang, ini mungkin hanya ritual keagamaan. Namun bagi mereka yang menjalaninya, ini adalah titik balik – awal dari hidup yang lebih pasti.

Baca Juga :  Jejak CHRISTIAN Widodo MEMBEKAS PESAN Dari Batas WILAYAH ke Batas KEPEDULIAN

Dan mungkin di situlah makna sesungguhnya dari “lilin-lilin kecil” yang dimaksud sang Walikota. Ini bukan sekadar metafora, tetapi gambaran nyata tentang bagaimana sebuah kota dibangun bukan dari atas, melainkan dari dalam. Yaitu dari keluarga ke keluarga, atau dari rumah ke rumah.

Baca Juga :  Kementerian INVESTASI Dorong PEMKOT Kupang DUKUNG DISABILITAS di Sektor EKONOMI

Ketika lilin-lilin itu menyala bersama, tanpa perlu obor besar di pusat kekuasaan, sebuah kota bisa tetap terang.  +++ marthen/*