Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UNWIRA Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, para Wakil Rektor UNWIRA, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Ni Luh Putu Sri Sandhi, para dekan, ketua program studi, serta jajaran dosen.
Rektor UNWIRA Kupang, Stefanus Lio, menyebut PISMA sebagai ruang strategis yang mempertemukan dua kekuatan besar manusia, yaitu ilmu pengetahuan dan seni.
Menurutnya, ilmu membentuk cara berpikir yang kritis dan rasional, sementara seni menghadirkan kepekaan rasa dan nilai kemanusiaan.
“Ketika keduanya berjalan bersama, lahirlah generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki empati dan karakter kuat”, tegasnya.
Di tengah sorotan lampu panggung dan semangat kebersamaan yang terasa hangat, PISMA X menjadi lebih dari sekadar perlombaan mahasiswa. Ia menjelma menjadi pesan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari ruang-ruang kecil tempat anak muda berani bermimpi dan berkarya.
Dari kampus Unwira di Kota Kupang ini, harapan tentang masa depan NTT kembali dinyalakan. +++ marthen/*













