Peristiwa Gempa Flores yang telah meluluhlantakan rumah warga dan bangunan pemerintah, terutama di 7 (tujuh) kabupaten yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Kabupaten Sikka. Secara psikis warga terdampak menyisakan pilu mendalam.
Untuk meringankan beban ini Pemkot Kupang membuka ruang solidaritas melalui rekening donasi “Pemkot Peduli Gempa Flores” di Bank NTT.
Ditengarai Gerakan Kemanusiaan itu mulai berjalan sejak Rabu (19/8/2026). Para aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Kupang secara sukarela menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk membantu saudara-saudara di Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.
Hingga memasuki hari kedua, donasi yang terkumpul telah mencapai sekitar Rp30 juta. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring dengan partisipasi para ASN dengan merogoh kocek hingga Rp100 perorang.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa donasi tersebut lahir dari semangat kebersamaan, dan bukan sebuah kewajiban yang dibebankan kepada ASN.
“Rekening donasi sudah ada. Per hari ini sudah ada sekitar Rp30 juta, merupakan sumbangan dari teman-teman ASN termasuk saya juga. Ada yang menyumbang Rp50 ribu, Rp100 ribu, dan rekeningnya sudah berjalan,” kata Christian saat menanggapi usulan solidaritas bagi korban gempa Flores dalam Rapat Paripurna Ke-2 DPRD Kota Kupang.
Walikota Christian mengatakan, nilai sebuah bantuan tidak semata-mata diukur dari besar kecilnya nominal. Yang jauh lebih penting adalah hadirnya rasa sepenanggungan ketika sesama warga NTT sedang menghadapi musibah.
Menurutnya, bencana yang terjadi di satu daerah tidak semestinya hanya menjadi urusan daerah tersebut. Pemerintah daerah lain juga memiliki ruang untuk mengambil bagian, terutama karena masyarakat NTT terikat dalam rasa persaudaraan yang sama.
“Solidaritas itu penting. Kalau daerah lain bisa membantu, masa kita yang bersaudara dalam satu daerah sendiri tidak membantu. Semangat saling membantu antardaerah menjadi kekuatan tersendiri ketika bencana datang. Batas wilayah administratif tidak seharusnya menjadi batas bagi kepedulian kemanusiaan”, ucapnya.













