Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Bangun KARAKTER MANUSIA, Misi PEMKOT Kupang Ditularkan Lewat Event BUDAYA

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Walikota Christian Widodo menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pembangunan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan warga, sebagaimana masyarakat membutuhkan kebijakan dan pelayanan pemerintah untuk memperluas kesempatan hidup yang lebih baik.

Christian juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap kebudayaan. Menurut dia, budaya tidak cukup dipahami sebagai warisan leluhur yang diterima begitu saja, tetapi harus dipandang sebagai titipan bagi generasi mendatang.

“Saya menitipkan harapan agar masyarakat senantiasa menjaga dan merawat budaya, yang bukan saja sebagai warisan dari leluhur, tetapi adalah pinjaman dari anak cucu,” ujarnya.

Baca Juga :  PAGU Indikatif 500 Juta Per Kelurahan: HARAPAN Baru WARGA KOTA Kupang Dalam MUSRENBANG

Pesan Walikota Christian Widodo tersebut mengandung tanggung jawab lintas generasi. Kebudayaan tidak akan bertahan hanya melalui seremoni tahunan, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, komunitas, tokoh adat, generasi muda, dan pemerintah untuk memastikan nilai-nilai lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Tantangannya adalah memastikan tiga tujuan tersebut tidak berhenti sebagai pesan dalam sambutan, tetapi berlanjut menjadi manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, dari pelestarian budaya hingga tumbuhnya ekonomi lokal dan semakin kuatnya persaudaraan.

Baca Juga :  SISWA di 18 Kabupaten se-NTT BELUM 100 Persen UNBK

Dalam pelaksanaan kegiatan di Naikoten 2, Christian mengapresiasi sinergi Camat Kota Raja, para lurah, pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh pemuda, dan panitia. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pemeliharaan kebudayaan membutuhkan kerja bersama lintas kelompok dan lembaga.

Bahwa keberhasilan event budaya tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara atau banyaknya warga yang hadir. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana kegiatan itu mampu menjaga tradisi, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, dan menumbuhkan karakter yang menghargai sesama.

Baca Juga :  LENTERA di Gerbang CENDANA: Sketsa CHRISTIAN WIDODO dan Manifesto KEMANUSIAAN di KUPANG

Melalui penyelenggaraan event budaya di setiap kelurahan, Pemerintah Kota Kupang berupaya memperluas makna pembangunan hingga ke ruang kehidupan warga.

Dalam sambutannya Christian menyebut Kelurahan Naikoten 2 sebagai miniatur Kota Kupang karena masyarakatnya berasal dari beragam suku, etnis, dan agama yang hidup berdampingan.