Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Gegara PENJABAT Bupati Sikka GAGAL PAHAM, Para PEDAGANG Jadi BANGKRUT (Bagian Satu)

Reporter: Marthen RadjaEditor: Dedy -Rumah Web Jakarta
CitraNews

Illustrasi Kika :  WAODE Karmila Wati dan Pj. Bupati Sikka, ALVIN Parera. Doc. citra-news.com/editan

*) Oleh : Marianus Gaharpung, SH, MS

Mila : Sejak awal peristiwa penutupan Pasar Wuring oleh Satpol PP atas suruhan Penjabat Bupati Sikka hingga pasca Amar Putusan PTUN Kupang, saya belum sempat ke pasar. Tapi pesan riang gembira dari para penjual/pedagang masuk di WA saya.

Citra News.Com, MAUMERE –DIREKTRIS CV Bengkunis Jaya Maumere, Waode Karmila Wati, drh, M.Vet. mengaku aktivitas Pasar Wuring di era Penjabat (Pj.) Bupati Sikka, Adrianus Firminus Parera, SE, M.Si, jauh melorot dari kondisi sebelumnya.

Baca Juga :  Menhub Tindak Tegas Maskapai Penerbangan yang Naikan Tarif

Para pedagang terutama yang berafiliasi dengan CV Bengkunis Jaya Maumere (BJM) jadi bangkrut. Akibat tindakan semena-mena dari Pj. Bupati Sikka menghentikan semua aktivitas bisnis di Pasar Wuring.

Padahal di pasar senja Wuring, para pedagang mengalami peningkatan ekonomi yang cukup signifikan. Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merasa ekonomi rumah tangga mereka terbantukan. Terutama terpenuhinya kebutuhan kesehatan dan kebutuhan pendidikan.

Akan tetapi semuanya itu sirna, ibarat karena nila setitik rusak susu sebelanga. Pasalnya, dampak ikutan dari penutupan aktivitas Pasar Wuring oleh Pj Bupati Sikka, perekonomian masyarakat khususnya para pedagang pun melorot jauh. Bahkan guling tikar alias bangkrut.

Baca Juga :  INSTRUKSI Bupati EPY Menorehkan Kepedihan Mendalam

“Memang kondisinya sangat memprihatinkan. Karena para penjual atau pedagang kini hanya tersisa sekitar 60-an% (persen). Yang lainnya sudah bangkrut. Dan itu dipastikan sulit kembali”, ungkap Mila.

Pengunjung juga sama, tambah dia. Iya, masih di angka 50% sampai 60%. Jadi kondisi pasar dari penutupan pasNar hinggga amar putusan PTUN Kupang yang memenangkan CV BJM, kondisinya kini belum 100% membaik.

“Data yang ada di saya harusnya 65 penjual. Tapi penjual saat ini sisa hanya sekitar 38 sampai 40 orang saja. Maaf saja para pedagang itu mereka tidak mau beri (sebut, red) nama. Mereka juga sensitif kalau dimintai data. Karena mereka kuatir akan timbul hal yang aneh-aneh menimpa mereka. Biar saya saja yang bertanggungjawab berkaitan dengan kasus hukum ini”, ungkap Mila.

Baca Juga :  BERAS Stok AMAN Harga TELUR NAIK, PT Pelindo Minta BANGUN Industri Penyangga Logistik

Meski menimpuk kemenangan di PTUN Kupang, tapi naluri keibuannya (Mila, red) dalam membela hak-hak hidup dan  berusaha bagi para pedagang menjadi cemeti dalam hidupnya.

Sumber: Marianus Gaharpung, SH, MS
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Perkara PTUN CV bengkunis Jaya Maumere Versus Penjbat Bupati Sikka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Perkara PTUN CV bengkunis Jaya Maumere Versus Penjbat Bupati Sikka.