Tantangan berikutnya adalah bagaimana semangat festival dapat diterjemahkan menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan. Pelestarian budaya membutuhkan ruang ekspresi, pembinaan generasi muda, dukungan terhadap komunitas seni, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Pada titik inilah Festival Budaya Bebaja memiliki makna lebih luas.
Kegiatan Festival Budaya BEBAJA menjadi pengingat bahwa pembangunan kota membutuhkan fondasi sosial yang kuat. Infrastruktur dapat dibangun melalui kebijakan dan anggaran pemerintah, tetapi persaudaraan, kepedulian, dan kecintaan terhadap budaya hanya dapat tumbuh melalui keterlibatan bersama.
Menutup sambutannya, Victor Therik berharap Festival Budaya BEBAJA dapat berkembang menjadi agenda positif yang berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk generasi mendatang.
Pesan yang hendak ditegaskan dari festival ini : Bakunase tidak hanya memiliki warisan budaya untuk dikenang, tetapi juga memiliki tanggung jawab bersama untuk merawatnya.
Sebab, ketika budaya tetap hidup dan persaudaraan terus terjaga, masyarakat memiliki fondasi sosial untuk bergerak bersama membangun masa depan Kota Kupang. +++ marthen/cnc













