Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

TOUR de EnTeTe di Nurobo RIBUAN WARGA Bergerak, DASA CITA Diuji dalam KERJA NYATA

Reporter: Paul SafrodaEditor: Redaksi
CitraNews

Citra News.Com, MALAKA – LEBIH dari 1.000 peserta memadati Nurobo, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT dalam kegiatan jalan santai yang menjadi bagian dari Tour de EnTeTe.

Ribuan langkah warga yang bergerak bersama itu bukan sekadar menandai kemeriahan sebuah kegiatan olahraga, tetapi juga menghadirkan pesan tentang bagaimana pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT) seharusnya dijalankan. Yaitu melibatkan rakyat, memperkuat kebersamaan, dan menciptakan manfaat nyata.

Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan lebih dari 17 SMA, perwakilan lembaga vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi NTT, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu. Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Baca Juga :  Menuju NUSA TANAH TERJANJI Gubernur MELKY Laka Lena Ajak AYO BANGUN NTT

Di balik suasana penuh semangat itu, terselip pesan penting Gubernur Melkiades Laka Lena mengenai implementasi Dasa Cita. Baginya, agenda pembangunan daerah tidak boleh berhenti sebagai rumusan kebijakan, slogan, atau materi pidato pemerintahan.

Baca Juga :  Di@ BISA Bank NTT Masuk Desa NOEBAUN Merangsang PETANI BISA Raup Untung Puluhan Juta

Dalam sambutannya Gubernur Melky mengatakan program Dasa Cita harus diterjemahkan ke dalam setiap program dan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Tour de EnTeTe menjadi salah satu ruang untuk menguji bagaimana gagasan pembangunan tersebut diterapkan di tengah masyarakat. Olahraga tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas menjaga kebugaran, tetapi juga sebagai instrumen untuk menggerakkan potensi daerah, mempertemukan berbagai kelompok masyarakat, dan membuka peluang ekonomi.

Dari perspektif pembangunan ekonomi, kehadiran ribuan peserta di Nurobo menciptakan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kuliner, penyedia transportasi, serta berbagai usaha masyarakat lainnya. Keramaian kegiatan dapat menjadi pintu masuk bagi perputaran ekonomi lokal apabila dikelola dan ditindaklanjuti secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Dinas Parekraf SULAP Jadi Lahan PRODUKTIF, Emilia Nomleni : INOVASI Ini Patut DIREPLIKASI OPD Lain

Dimensi lainnya adalah penguatan persaudaraan sosial. Kehadiran pelajar, aparatur pemerintah, lembaga vertikal, dan masyarakat umum dalam satu kegiatan memperlihatkan bahwa pembangunan tidak mengenal sekat institusi.