Aduh, Cagub MARIANUS SAE Tak Bisa Gunakan Suara

Meski berstatus tersangka Marianus Sae masih memiliki hak untuk dipilih. Akan tetapi dia tidak dapat menggunakan hak suara karena berada dalam tahanan di luar Kupang.

Kupang, citra-news.com –  CALON Gubernur Nusa Tenggara Timur (Cagub NTT) Marianus Sae yang kini berstatus tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, tidak bisa menggunakan hak suaranya dalam pemungutan suara 27 Juni 2018.

“Cagub Marianus Sae tidak bisa menggunakan hak suara, kecuali yang bersangkutan berada di sekitar Kupang bisa dilayani untuk menggunakan hak suara,” kata Yosafat Koli seperti dilansir Antara di Kupang, Selasa 19 Juni 2018.

Menurutnya, Marianus masih memiliki hak untuk dipilih karena masih berstatus tersangka, tetapi tidak dapat menggunakan hak suara karena berada dalam tahanan di luar Kupang. Jika saja, Marianus berada dalam tahanan di sekitar Kupang, maka petugas akan memberikan kesempatan kepadanya untuk memberikan hak suara dalam pemungutan suara mendatang.

Marianus Sae tetap masih bisa dilantik jika nanti terpilih sebagai gubernur NTT.

“Tetap dilantik jadi gubernur NTT periode 2018-2023, kecuali pada saat pelantikan calon terpilih, Marianus sudah divonis bersalah dan sudah ada keputusan hukum berkekuatan tetap,” kata Yosafat Koli.

 

Jika Menang Marianus Tetap Dilantik

Pada awal Mei 2018 Bupati Ngada nonaktif Marianus Sae terjerat kasus dugaan suap sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Ngada, NTT.  Sebelum  ditangkap KPK RI Marianus Sae diusung PDIP dan PKB NTT berpasangan dengan Emelia Nomleni, maju bertarung di Pilgub NTT 27 Juni 2018.

Kalaupun Marianus Sae dan Emi Nomleni terpiih, jelas Yosafat, keduanya tetap dilantik untuk periode lima tahun ke depan, sebelum ada keputusan hukum tetap (Inkrah). Namun jika sudah ada keputusan hukum tetap maka otomatis wakil gubernur yang ditunjuk menjadi gubernur NTT.

“Setelah pelantikan wakil menjadi gubernur, partai pendukung dapat mengusulkan calon untuk dipilih oleh DPRD NTT untuk posisi wakil gubernur,” kata Yiosafat Koli.

Sebelumnya Kuasa hukum Petrus Salestinus mengatakan, kliennya (Marianus Sae) tetap akan dilantik menjadi gubernur-wakil gubernur NTT periode 2018-2023 jika menang dalam Pilkada 27 Juni 2018.

“Jika pasangan dengan simbol politik Marhaen itu terpilih, maka Mendagri (Tjahjo Kumolo) tetap akan melantik pasangan tersebut untuk periode lima tahun ke depan, meski calon gubernurnya berstatus tersangka,” kata Petrus.

Meski Marianus sedang tersandung masalah hukum di KPK, tambah Petrus, pencalonan Marianus Sae sebagai gubernur NTT periode 2018-2023 tetaplah sah secara hukum. Karena hak-hak politiknya dijamin oleh undang-undang. +++ cnc/Antara

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *