Asset TERCECER Wabup JERRY Bikin Kepala OPD Ketar-Ketir

Jerry Manafe : Rakyat di Kabupaten Kupang ibarat tikus mati di lumbung padi. Sumber Pendapatan Asli Daerah menjadi kerdil oleh akibat salah urus asset. Implikasinya, gerak laju pembangunan menjadi lambat dan aksesibilitas perekonomian rakyat pun terhambat. Kasihan rakyat iya?

Kupang, citra-news.com –  WAKIL Bupati (Wabup) Kabupaten Kupang, JERRY Manafe mengingatkan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) agar menertibkan semua jenis asset. Baik asset bergerak maupun tidak bergerak. Termasuk pendayagunaan asset sumber daya alam potensial.

“Awal kepemimpinan kami, saya selaku Wakil Bupati dan pak Bupati Korinus, langkah pertama yang kami lakukan adalah penertiban asset. Saya panggil satu persatu kepala OPD untuk mempertanggungjawabkan semua asset yang mereka kelola. Karena saya tahu disana-sini ada banyak yang tercecer dan salah urus,”kata Jerry saat ditemui awak media di ruang kerjanya,  Kantor Bupati di bilangan Jl. Timor Raya Oelamasi Kabupaten Kupang, Senin 29 April 2019.

Penegasan Wabup Jerry ini dilatari sejumlah permasalahan yang selama ini terkesan disembunyikan oleh kepemimpinan sebelumnya. Aroma tak sedap adanya dugaan kongkalingkong dengan kepala daerah di era sebelumnya, masih saja membekas di sebagian besar pimpinan OPD.

Adanya aroma tak sedap yang sudah berlangsung lama ini, Wabup Jerry mengatakan, dia akan meminta kepala OPD segera mendata kembali dan menata asset-asset yang mereka kelola. Jika tidak maka akibatnya nanti mereka pimpinan OPD rasakan sendiri.

“Sekarang kalau saya panggil kepala OPD soal asset kendaraan misalnya, mereka (kepala OPD) sudah ketar-ketir. Mereka bingung mau omong apa. Tapi sesewaktu saya akan turun meninjau ke masing-masing OPD,”tandasnya.

Dugaan kongkalingkong dan kabar dugaan antara pimpinan OPD dengan kepala daerah sebelumnya menjadi bagian dari kerja cerdas Korinus-Jerry (Bupati dan Wakil Bupati Kupang sekarang) untuk melakukan penertibaan asset.

“Dan saya tahu semuanya ini. Karena sebelum saya jadi Wakil Bupati, saya adalah anggota DPRD Kabupaten Kupang. Akibat salah urus asset maka tidak ada pemasukan untuk PAD. Implikasinya gerak laju pembangunan di Kabupaten Kupang, terlambat jauh jika dibandingkan dengan kabupaten lainya di NTT,”beber Jerry.

Sesungguhnya penyebab utama disparitas pembangunan di Kabupaten Kupang, menurut Jerry, adalah sejumlah asset yang salah urus. Atau bahkan tidak terurus dan tidak dikelola secara baik. Padahal pemanfaatan asset merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yang pada gilirannya digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, melalui pembangunan di berbagai sector.

Asset lainnya selain kendaraan roda dua maupun roda empat juga tanah dan bangunan, sumber PAD lainnya, sebut  Jerry, dari sumber daya alam berupa bahan galian (tambang) C dan juga pasar rakyat yang pemanfaatannya diambil melalui retribusi. Termasuk sumber-sumber air yang dikelola oleh PDAM.

“Dari kesemua sumber PAD setempat ini perlu dikelola secara baik dan transparan. Sehingga memberi nilai manfaat bagi pembangunan dan kemaslahatan rakyat. Contohnya PDAM Kabupaten Kupang adalah pengelola asset yang paling buruk. Sudah sekitar 4-5 tahun ini tidak seperserpun ada kontribusinya untuk PAD. Padahal meraup keuntungan puluhan miliar. Lalu kemana pengelolaan air selama ini. Jangan-jangan sudah terjadi kongkalingkong dengan pemimpinnya sebelumnya,”tegasnya berulang.

Menjawab asset PDAM empunya Kabupaten Kupang yang ada di wilayah Kota Kupang, jelas Jerry, sebelumnya sudah ada MoU yang ditangani beberapa waktu lalu oleh Ayub Titu Eky (Bupati Kupang sebelum Korinus Maneno) dengan Walikota Kupang Jefry Riwu Kore.

Jerry mengakui pihaknya tidak tahu apa dasar pertimbangannya. “Kami tidak tahu apa pertimbangannya. Tapi yang pasti kami di pemerintahan saat ini sudah berkomitmen agar MoU yang sudah ditandatangani itu ditinjau kembali. Karena kami melihat ada bagian-bagian yang merugikan Pemkab Kupang. Ada banyak fakta yang menunjukkan bahwa dari ratio pelayanan saja  disinyalir ada pungutan liar (Pungli).”

Masil soal asset yang dikelola PDAM Kabupaten Kupang, tambah mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini, sumber-sumber mata air yang dikelola PDAM tersebar di mana-mana. Antara lain di wilayah Semau, Amarasi, Oesao, Amfoang, juga tempat lainnya kita berharap ada pemasukan (income). Akan tetapi NIHIL juga di perhitungan PAD.

Demikian halnya 3-4 sumber mata air yang konon dikelola baik, semisal di Kupang tengah, Camplong, dan Takari. Juga sama TIDAK ada pemasukan (beri kontribusi) untuk PAD. Lalu menjadi pertanyaan kemana uang-uang itu, ucap Jerry heran. +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, saat diwawancarai beberapa awak media di Kantor Bupati Kupang di bilangan Civic Center Oelamasi Jl. Timor Raya, Kupang Timor NTT, Senin 29 April 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *