Dinas PK NTT Diminta Tayangkan Tabulasi Nilai UNBK

Menjadi kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat NTT. Terlebih guru dan orangtua bila siswa lulus UNBK 100 persen. Torehan prestasi dari anak anak NTT ini menunjukkan bahwa NTT pun bisa bangkit. Sekaligus menepis sebutan miring bahwa NTT terendah SDM. Buktinya? Berikut penjelasan Mathias Beeh…

Kupang, citra-news.com – KEPALA SEKOLAH Menengah Kejuruan Negeri 1 Kupang, Mathias M. Beeh, S.ST.Par, MM mengakui, pihaknya baru selesai rapat  tingkat dewan guru dan telah menetapkan kelulusan siswa SMKN 1 Kupang.

“Kami baru selesai rapat tingkat dewan guru. Kami telah menetapkan kelululusan untuk tahun ajaran 2018/2019. Bahwa siswa kami dari SMK Negeri 1 Kupang LULUS 100 persen. Dari siswa berjumlah 724 orang,”jelas Mathias di ruang kerjanya, Rabu 8 Mei 2019.

Kepala Sekolah (Kasek) Mathias atau akrab disapa MAT mmbeberkan, selain lulus 100 persen ada hal yang membahagiakan bagi semua elemen di SMKN 1 Kupang. Karena salah satu siswi bernama GRACE J. BANI dari jurusan Pariwisata, bisa meraih angka tertinggi pada UNBK baru –baru ini. Grace mendapat nilai 100 untuk mata pelajaran Matematika. Dan menjadi satu-satunya siswa khusus mata pelajaran Matematika tingkat SMK se-Provinsi NTT.

“Prestasi ini sebuah kebanggaan (prestise) bagi kami SMKN 1 Kupang. Raihan nilai  sebagai indikasi dari sebuah proses pendidikan formal selama tiga tahun. Proses pendidikan dan pengajaran serta ketrampilan yang dilakukan semua guru yang ada di SMKN 1 Kupang. Jadi kami bisa mengklaim diri bahwa seluruh proses KBM yang berjalan sesuai standar. Saya juga berbangga karena guru-guru cukup professional. Ini terbukti dari out put nilai yang diperoleh dari salah satu siswa yang bernama Grace ini,”beber Mat.

Sebagai kepala sekolah, aku Mat, dirinya sangat bangga dengan prestasi yang dicapai siswi atas nama Grace Jacquelin Bani. Ini kami lihat dalam belajar kesehariannya selalu ulet. Sehingga dia (Grace) membuktikan dengan hasil UNBK dari semua mata pelajaran, dia berada di ranking teratas (urutan satu) dari sepuluh besar hasil UNBK di SMKN 1 Kupang.

Namun satu hal yang berkaitan dengan tabulasi nilai UNBK ini, lanjut dia, kami berharap dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tengara Timur (NTT) dapat mempublikasikan hasil UNBK ini secara menyeluruh melalui media massa.

“Kami minta Dinas P dan K Provinsi NTT agar menayangkan tabulasi nilai UNKB tahun ini secara terbuka. Agar bisa dipublikasikan media massa  secara meluas sehingga masyarakat terutama orang tua siswa untuk satu NTT, bisa mengetahui lebih jelas. Karena jangan sampai terjadi perubahan-perubahan angka (nilai) yang berdampak pada indikator mutu lulusan di NTT. Dengan paparan tabulasi nilai UNBK ini siswa dan orangtua bisa mengetahui capaian hasil ujian yang sudah terlaksana itu. Karena menjadi salah satu indicator mutu adalah Nilai dan Jumlah lulusan siswa,”timpalnya.

Sembari memperlihatkan copyan 10 besar lulusan siswa SMKN 1 Kupang, Mat menyebutkan, diantara 100 persen lulusan ada 10 orang yang mendapatkan nilai hasil UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) tertinggi dari 724 siswa UNBK 2019. Dan hasil tersebut didapat dari 4 (empat) mata pelajaran yakni BINDO (Bahasa Indonesia); Bahasa Inggris (BING); Matematika; dan KMP.

Ke-10 besar pe-ranking-an tersebut masing-masing atas nama (1) Grace J. Bani dengan jumlah nilai 320,5; (2) Nadya Angelina Kapo dengan jumlah nilai 313,5; (3) Solideo Gracia Detag dengan jumlah nilai 310,5; (4) Yurince Febriati Nubatonis dengan jumlah nilai 307,0; (5) Hizkia Abdiel Talo dengan jumlah nilai 299,5; (6) Yesri Eunike Astriana Bunda dengan jumlah nilai 298,0; (7) Mariani Ketjie Lenanti Bailaen dengan jumlah nilai 292,0; (8) Harsel E. Lobo dengan jumlah nilai 280,0; (9) Dhyta Mutiara Chrisdayanti Boymau dengan jumlah nilai 280,0; dan (10) Florensiana Rita Puni Sau dengan jumlah nilai 279,5.

Menurut Mat, dari model tabulasi nilai seperti ini yang diharapkan untuk dipaparkan oleh Dinas P dan K Provinsi NTT. Agar bisa diketahui masyarakat sekaligus para orangtua siswa dari semua tingkatan sekolah khususnya tingkat SMA/SMK Provinsi NTT. Karena ini akan menggambarkan mutu sekolah dan mutu lulusan. Sekaligus memotivasi para orangtua untuk kelak membuat pilihan-pilihan sekolah sasaran ketika mendaftarkan anak-anak mereka.

“Prestasi yang diraih Grace dengan kawan-kawannya ini memotivasi adik-adik kelasnya untuk belajar dengan ulet meraih prestasi gemilang. Oleh karena itu paparan tabulasi perolehan nilai UNBK ini sangat penting,”tandasnya.

Harus Bisa Menjawab Tantangan Gubernur Viktor

Dikatakannya, terkait mutu lulusan pemerintah Provinsi NTT berharap angka lulusan siswa harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Ini dilakukan demi menepis sebutan ‘Orang NTT Rendah SDM’. Kita sebagai guru harus bisa melawan sebutan itu.

Spirit NTT Bangkit Menuju Sejahtera, kata Mat, perlu diapresiasi dengan upaya-upaya nyata. Oleh karena pendidikan menjadi garda terdepan dalam membangun sumber daya manusia maka sebagai sekolah kejuruan kami harus bisa memberikan nilai lebih dalam mendidik dan mengajar. Out put siswa tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan namun juga dibekali dengan ketrampilan (skill) yang memadai.

“Apalagi bapak Gubernur Viktor mengingingkan peringkat lulusan harus meningkat pada tahun 2020. Ini target yang berat menurut saya. Karena selama ini mutu lulusan siswa NTT selalu berada pada peringkat urutan terendah. Lalu apa tugas kita untuk bisa bangkit membangun sumber daya manusia NTT? Sebagai guru kita harus bisa menjawab tantangan dari bapak Gubernur Viktor. Iya kita harus bisa mendongkrak mutu. Dalam mana nilai dan peringkat lulusan dari setiap tingkatan pendidikan menjadi salah satu indikatornya,”kata Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMK se-Kota Kupang ini.

Setelah melaksanakan proses pendidikan, menurut Mat, kita tidak sekadar membagikan hasil perolehan nilai dari masing-masing siswa. Tapi perlu kita duduk bersama mengevaluasinya. Kita lakukan evaluasi secara menyeluruh apa kelebihan atau kekurangan. Serta langkah-langkah strategis apa yang perlu dilakukan untuk ke depannya. Dan ini perlu dilakukan rapat evaluasi bersama dinas pendidikan, tandasnya.

Terhadap GRACE dan 9 (Sembilan) rekan seangkatannya yang masuk 10 Besar dari SMKN 1 Kupang, kata Mat, terutama Grace pihaknya akan memberikan penghargaan. Sebagai bentuk apreasiasi dan pengakuan dari sekolah untuk menjadi contoh yang baik sekaligus memotivasi bagi adik-adiknya atau lulusan di angkatan berikutnya.

“Ini sekaligus juga menjadi pintu masuk bagi para pihak di sector jasa. Bila kemudian yang bersangkutan memilih masuk ke dunia kerja. Entah di perbankan atau di pariwisata dan sector jasa lainnya. Sementara  bagi perguruan tinggi (PT) bisa langsung merekruit, bila perlu tanpa test atau seleksi masuk PT,”tandasnya.

Berkaitan dengan prestasi  lulusan siswa SMKN 1 Kupang, Mat mengaku sangat membanggakan pihak sekolah. Pasalnya, dalam evaluasi kita selama 3 (tiga) tahun, siswa out put dari SMKN 1 Kupang meraih prestasi dengan nilai tertinggi. Atau selama 5 (lima) tahun terakhir SMKN 1 Kupang berada pada peringkat 10 (sepuluh) besar. Yakni berada pada peringkat 1, 2, 3, 7, dan peringkat 8 se-Provinsi NTT.

“Nah tahun ini (tahun ajaran 2018/2019) atau UNBK tahun 2019 siswa dari SMKN 1 Kupang lah yang meraih angka 100 untuk nilai UNBK mata pelajaran Matematika. Dan dialah Grace Jacquelin Bani,”ucap Mat dengan wajah sumringah. +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Mathias M. Beeh, S.ST.Par, MM, saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya Gedung SMKN 1 Kota Kupang-Timor Provinsi NTT, Rabu 08 Mei 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *