Bangun JALAN Bokong Lelogama Buka ISOLASI Wilayah AMFOANG

Harapan dan kerinduan masyarakat di wilayah Amfoang Kabupaten Kupang, Provinsi NTT akan akses transportasi dan infrastruktur jalan yang semakin memadai mulai terjawab. Kupang, citra-news.comGUBERNUR Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan peletakan batu pertama pembangunan jalan trans Amfoang. Ungkapan rasa syukur dan tawa bahagia warga mewarnai acara peletakan batu pertama pembangunan jalan Bokong-Lelogama, terpusat di Desa Hueknutu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang-Timor Provinsi                   Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 16 Mei 2019.

Gubernur dalam sambutannya menyatakan, infrastruktur yang terbangun dengan baik akan memberikan dampak positif bagi kemajuan pembangunan dalam rangka mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Harapan dan kerinduan masyarakat selama ini hanyalah sebuah mimpi maka hari ini sudah menjadi kenyataan, ungkapnya.

Dikatakannya, pembangunan ruas jalan trans Amfoang ini untuk memperlancar aksesibibilitas dan aktivitas perekonomian masyarakat setempat. Sekaligus juga mendukung pembangunan Observatorium Nasional Gunung Timau yang ada di Amfoang Tengah Kabupaten Kupang.

Kepada kontraktor yang melaksanakan pekerjaan ini Gubernur Viktor meminta agar bekerja dengan benar dan sungguh-sungguh sehingga hasil kerja bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap jalan ini dapat bertahan 25 tahun ke depan. Sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. Jangan baru satu tahun pakai sudah rusak. Saya akan meminta pertanggungjawaban kontraktor,”kata Viktor.

Menurut Viktor, membangun infrastruktur mudah dan uangnya bisa dicari namun membangun sumber daya manusia NTT yang berkualitas harus dimulai saat ini. Dan harus dilakukan serius. Anak-anak NTT harus dididik dengan baik. Sejak dini anak-anak NTT harus ditanamkan semangat nasionalisme dan patriotisme.

Dikatakannya, anak-anak yang terdidik dengan intelektual yang baik merupakan kebanggaan kita dan merupakan benteng NKRI. Disini peran sekolah menjadi penting dalam mendidik dan membentuk SDM berkualitas. Kita siapkan pendidikan terbaik dan anak-anak kita harus jadi yang hebat.

“Kita perlu perlu kolaborasi menyiapkan guru-guru yang pintar, hebat dan dengan kurikulum terbaik yang kita ciptakan. Infarstruktur kita benahi namun SM kita akan terus tingkatkan kualitasnya,”tegas Viktor.

Sementara Bupati Kupang Korinus Masneno dalam sambutannya menyatakan, atas nama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Kupang kami mengucapkan terima kasih yang tulus. Atas perhatian Pemprov NTT dibawah kepemimpinan Bapak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi. Sehingga pembangunan jalan permanen menuju Amfoang dapat terwujud tahun 2019 ini, kata Korinus.

Sembari berharap dengan peletakan batu pertama pembangunan jalan ini, dapat membuka akses dari dan menuju Amfoang dan menggenjot pertumbuhan ekonomi dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kupang.

Diakui Masneno, dengan luas wilayah Kabupaten Kupang yang lebih kurang 5.800 km dan mencapai 3/4 wilayah Provinsi Bali, membutuhkan sinergitas pembangunan. Baik dari Pemerintah pusat maupun dari Pemerintah Provinsi agar dapat mewujudkan keberhasilan pembangunan infrastruktur yang memadai di daerah ini.

Kabupaten Kupang juga, jelas Masneno, merupakan garda terdepan NKRI, sebagai etalase depan, karena berbatasan langsung dengan Negara Australia dan Timor Leste. wajah pembangunan di Kabupaten Kupang khususnya Amfoang menunjukan seperti apa Indonesia dimata negara tetangga. Pembangunan infrastruktur yang baik di beranda NKRI tentunya akan mengharumkan Indonesia di mata dunia.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi NTT, Maksi Nenabu dalam laporannya menjelaskan, pembangunan jalan dilaksanakan selama 210 hari. Dan dikerjakan dalam 4 (empat) segmen yang dimulai dari Bokong Kecamatan Takari sampai di Lelogama Kec. Amfoang Selatan.

“Ruas jalan dengan panjang 40,075 kilometer ini merupakan akses utama dari Kupang menuju Fatumonas Kecamatan Amfoang Tengah sebagai Lokasi pembangunan Observatorium Nasional Gunung Timau dan Taman Nasional Langit Gelap,”kata Maksi.

Dari 28 paket konstruksi jalan dan jembatan di NTT, tambah Maksi, jalan ini merupakan yang terpanjang dengan jumlah anggaran Rp 168.359.572.000 yang diterima oleh 4 Kontraktor. Luas jalan ini 11 meter dengan badan jalan 5,5 m dan dilengkapi pasangan batu dan drainase.

Akses jalan yang dibangun sepanjang 40,075 kilometer ini dikerjakan selama 210 hari oleh 4 kontraktor yang berbeda. Diantaranya PT. Nusa Jaya Abadi, PT. Surya Agung Kencana, PT. Bumi Permai Nusantara dan PT. Berlian Asean yang dikerjakan dalam 4 segmen.

Acara peletakan batu pertama tersebut disaksikan Bupati dan Wakil Bupati Kupang, Korinus Masneno dan Jerry Manafe. Juga anggota DPRD Kabupaten Kupang Habel Mbate, Sekda Obet Laha dan para pejabat Lingkup Pemprov NTT dan Pemkab Kupang. +++marthen/citra-news.com/humaskabkpg

Gambar : Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Kupang, Korinus Masneno dan Jerry Manafe Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (tengah) melakukan peletakan batu pertama  (ground breaking) pembangunan jalan Trans Amfoang di Hueknutu Kecamatan Amfoang Tengah Kabupaten Kupang-Timor Provinsi NTT, Kamis 16 Mei 2019

Foto : Doc. CNC/humaskabkpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *