Wabup ROMANUS Dicap ‘GILA’ Mewartakan KOPERASI

Tampak ROMANUS Woga memberi Kuliah Mahasiswa Unwira Kupang, Sabtu 15 Juni 2019. Doc.CNC/marthen radja/even edomeko-humas setda sikka.

Romanus Woga: ‘Dengan kursus saja kau akan pesiar keliling dunia’. Kata-kata bijak Pater Heinrich Bollen SVD betul. Saat ini sebagian besar negara di dunia sudah saya kunjungi. Tapi awal menjalankan koperasi saya pernah dicap gila…

Citra-News.Com, KUPANG – PADA Momentum Kuliah Umum bertajuk, “Koperasi Untuk Generasi Milenial”, Wakil Bupati (Wabup) Sikka ROMANUS Woga mengutarakan pentingnya berkoperasi. Apalagi bagi generasi milenial saat ini akan bisa menjadi wirausahawan sukses bila bersama koperasi.

Romanus Woga yang juga 2nd/Second Vice President (Wakil 2 Presiden) Koperasi Tingkat Asia ini mengatakan, untuk merintis usaha di zaman milenial ini, koperasi bisa menjadi pilihan paling strategis. Karena koperasi, terutama koperasi produksi, memiliki anggota-anggota yang bisa dilatih menjadi usahawan yang berkantor di rumah masing-masing, dan bergerak dengan modal bersama, demi keuntungan semua anggota.

Pernyataan yang memantik spirit entrepreneurship bagi kaum milenial ini, dikemukakan Romanus di hadapan ratusan mahasiswa dan dosen di Kampus Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, Sabtu 15 Juni 2019.

 Romanus. sang ‘Dosen  Sehari’ beri kuliah mahasiswa Prodi Ekbang Unwira Kupang–

“Sejak merancangbangunan Negara Republik Indonesia ini, para founding fathers, utamanya DR. Mohammad Hatta, telah menetapkan bahwa Koperasi itu sendi dasar perekonomian Indonesia. Dalam perkembangannya koperasi kerap disepelekan. Namun pengalaman saya selama hampir 40 tahun, kini membuktikan bahwa koperasi, terutama koperasi kredit atau Credit Union (CU) sangat sukses merubah kaum miskin menjadi para usahawan hebat,”ungkap Romanus yang pernah berkantor di Bangkok, Thailand itu.

Simpul-simpul pikir nan bernas ini, dikedepankan Romanus yang kini menjabat Wakil Bupati Sikka ini dalam Kuliah Umum bertajuk “Koperasi Untuk Generasi Milenial” yang diselenggarakan oleh Program Studi (program studi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, di Kampus UNWIRA Jl. A Yani Kota Kupang-Timor Proviinsi NTT.

Even Edomeko, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka dalam release press  diterima citra-news.com Minggu 16 Juni 2019, menulis Kuliah Umum bertajuk, “Koperasi Untuk Generasi Milenial” ini diikuti oleh ratusan kaum muda, khususnya mahasiswa Prodi Ekobang UNWIRA. Dan mayoritas mereka adalah kaum perempuan.

Koperasi Kekuatan Ekonomi Orang Miskin

Dengan gayanya yang khas dan pilihan diksi yang menarik, demikian Edomekoo, Romanus Woga lantas berbagi kisah hidupnya dalam membangun koperasi, contoh-contoh orang sukses dalam koperasi kredit, dan juga kiat-kiat sukses dalam berusaha dan dalam memberdayakan kaum papa (miskin) untuk mandiri melalui CU (Credit Union) atau Koperasi Kredit.

“Sekitar tahun 60-an, saya sudah beli tiket kapal laut mau ke Denpasar, untuk kuliah perpajakan. Tapi Pater Heinrich Bollen SVD meminta saya jangan kuliah. Sebagai gantinya beliau belikan tiket pesawat terbang untuk saya ke Bogor pergi  kursus tentang Koperasi Kredit. Katanya, ‘Dengan kursus saja kau akan pesiar keliling dunia’. Beliau betul. Saat ini sebagian besar Negara di dunia sudah saya kunjungi. Semua gara-gara koperasi,”kisah Romanus disambut tawa dana aplaus hadirin.

Bagawan Koperasi Kredit Indonesia itu lantas menceriterakan bahwa dirinya pernah dicap gila karena mulai menghidupkan koperasi. Saya (Romanus Woga) pernah dicap gila karena mewartakan bahwa orang miskin bisa menabung dan bisa punya modal sendiri melalui koperasi.

Padahal faktanya betul, lanjut dia. Melalui koperasi, orang-orang miskin ini bersama-sama mengumpulkan uang dan  dipinjamkan lagi kepada orang yang lebih membutuhkan. Bunganya kecil sekali, besarnnya ditentukan bersama-sama. Keuntungannya dikembalikan ke setiap anggota melalui SHU (Sisa Hasil Usaha).

Lama-kelamaan modal mereka akan berkembang, bertambah, berkembang, dan membesar. Buktinya sekarang ini. Banyak kopdit yang punya modal triliunan rupiah. Bahkan di Maumere, ada kopdit yang mau beli pesawat terbang dalam waktu dekat. Itulah uang orang miskin, tegasnya.

Milenial Sukses Bersama Koperasi

Dalam kesempatan itu, Romanus Woga yang kini menjadi Wakil Bupati Sikka berpasangan dengan Bupati Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si alias ROBBY Idong itu juga menginformasikan program terbaru Pemerintahan Provinsi NTT melalui Masyarakat Ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Orang Nomor Dua di Kabupaten Sikka itu membeberkan, pada Senin 10 Juni 2019, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wakilnya Josef A. Nae Soi dan para Bupati/Walikota dan     Wakil se-Provinsi NTT. Dan saya sendiri sebagai satu-satunya Wakil Bupati yang hadir, telah mencanangkan Masyarakat Ekonomi NTT dengan koperasi kredit sebagai tiang penyanggah utama, kata Romanus.

Mahasiswa Prodi Ekbang Unwira Kupang.

Masih kata Romanus, itu adalah bukti kepercayaan Pemerintah kepada Koperasi. Namun Gubernur Viktor meminta agar koperasi-koperasi itu bermetamorfosis dari koperasi kredit yang mengelola kegiatan simpan-pinjam beralih ke koperasi produksi.

Makanya semua pemimpin kopdit sudah mengumumkan jenis usaha produktif pilihan mereka. Ada yang mengolah kelapa, kakao, madu hutan, garam, sengon, ikan, dan lain-lain.

“Semua itu saya yakin sukses, karena cara kerja koperasi yang selalu memberdayakan anggotanya. Bekerja dengan sifat kekeluargaan dan gotong royong yang tinggi dan mengejar kesejahteraan bersama-sama. Saya ajak Anda semua, kaum milenial, untuk berusaha, untuk menjadi wirausahawan muda, dengan bergabung bersama koperasi,” ajak Romanus.

Di Indonesia saat ini lebih-lebih di NTT, sangat sedikit wirausahawan, kata Romanus. Jumlahnya hanya 0,02 persen saja. Padahal idealnya minimal 2 persen. Oleh karena itu, saya ajak Anda semua untuk menjadi wirausahawan. Bergabunglah dengan koperasi. Simpan dan  pinjamlah uang di koperasi. Dan berusaha-produksilah bersama koperasi.

Romanus yang juga fasih berbahasa Inggris itu memberikan kiat sukses melalui nasihat, “If you can not be a clever person, be a kind person. Jika Anda tak sanggup jadi orang pintar, jadilah orang baik”.

Generasi Milenial: Wirausahawan Koperasi

Selain para mahasiswa, kuliah umum tersebut juga diikuti oleh puluhan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNWIRA, dan Rektor UNWIRA Kupang, DR. Philipus Tule, SVD.

Dosen FE Unwira, Daniel Taolin menyerahkan Sertifikat ke Wabup Romanus Woga.

Dalam sambutan sebelum kuliah umum dimulai, Pater Philipus mengajak para mahasiswa untuk tidak berorientasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetapi bersiap diri menjadi wirausahawan muda bersama koperasi.

“Ilmu dan pengetahuan yang Anda timba di kampus UNWIRA ini lebih mempersiapkan Anda semua untuk menjadi wirausahawan yang kreatif, inovatif dan handal. Jangan hanya berorientasi menjadi PNS. Itu baik, tapi lebih baik jika Anda bertumbuh menjadi wirausahawan yang mampu menghidupkan dan member pekerjaan kepada sesamamu manusia, melalui usahamu sendiri. Dan itu bisa diraih bersama koperasi,”ucap sang Pater Philipus Tule.+++ marthen/citra-news.com/edomeko-humas setdasikka

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *