Presiden JOKOWI Panen GARAM Petani Panen SERTIFIKAT

Presiden RI Joko Widodo dan Ny. Iriana beserta rombongan tiba di Bandara El Tari Kupang, Rabu 21 Agustus 2019. Documen foto CNC/oby-pos kupang.com

Provinsi NTT memiliki potensi garam berkualitas dunia. Secara geografis NTT beriklim tropis dengan musim kemarau lebih kurang 9 bulan lamanya. Serta didukung oleh kondisi laut yang yang bersih atau bebas dari pencemaran.

Citra-News.Com, KUPANG – DIPASTIKAN Presiden Joko Widodo (JOKOWI) datang ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Desa Nunkurus Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Timor. Kedatangan Presiden RI ini dalam rangka melakukan panen perdana hasil garam rakyat di desa Nunkurus.

Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat mengatakan, Presiden Jokowi memberikan perhatian serius terhadap potensi yang dimiliki masyarakat Nusa Tenggara Timur. Presiden Jokowi akan memberikan sertifikat kepada petani pemilik lahan garam sekaligus panen garam.

“Sertifikat diberikan kepada masyarakat pemilik lahan garam yang sudah  26 tahun diberikan HGU (hak guna usaha) Nomor 6 kepada orang lain. Lahan garam tersebut selama itu tidak dimanfaatkan. Saat ini baru dimanfaatkan untuk pengembangan usaha garam yang siap dipanen oleh Presiden Jokowi. Ini untuk pertama kalinya Presiden Republik Indonesia melakukan panen garam di NTT,”jelas Gubernur Viktor kepada wartawan di Kupang, Sabtu 17 Agustus 2019.

Potensi garam NTT berkualitas ekspor, kata Viktor. NTT punya garam yang setara dengan garam yang diimpor dari Australia. Iya, karena selama ini kebutuhan garam secara nasional sangat kurang sehingga harus diimpor dari Australia. Namun ke depannya untuk menekan impor garam secara regional maka Provinsi NTT dijadikan sebagai daerah pemasok garam terbesar secara nasional.

Persiapan lokasi panen tambak garam di Desa Nunkurus. (gambar kiri) dan Marius Ardu Jelamu memberikan keterangan pers menjelang kedatangan Presiden Jokowi. Document foto : CNC/ryan nong-pos kupang.com

“NTT punya potensi garam yang luar biasa. Karena kita punya garis pantai yang sangat panjang. Serta didukung dengan iklim tropis dimana musim panas selama 9 bulan dan juga kondisi laut yang masih bersih. Untuk itu maka kita terus mendorong agar produksi garam lokal terus meningkat. Pemerintah meyakini produksi garam NTT akan mampu menekan impor garam dari luar. Lebih dari itu potensi garam akan membawa manfaat bagi para petani garam untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan hidup,”papar Viktor.

Pemilik Lahan Garam Panen Sertifikat

Dalam pidato kenegaraan tanggal 17 Agustus 2019 di Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang, Gubernur Viktor menyatakan selain panen perdana garam Presiden Jokowi juga akan memberikan sertifikat gratis kepada petani pemilik lahan garam.

“Sudah selama 26 tahun lahan yang ada mendapat ijin hak guna usaha (HGU) oleh perusahaan tertentu namun tidak pernah dimanfaatkan.  Saat ini saya minta kepada pihak perusahaan yang mengelola lahan garan untuk terus meningkatkan produksi dan jaga kualitasmya,”kata Viktor.

Sebelumnya dalam kunjungan kerjanya pada Minggu 7 Julli 2019, kepada para petani garam telah diingatkan bahwa Presiden Jokowi akan melakukan panen perdana garam yang dihasilkan (produksi). Juga akan membagikan sertifikat secara gratis. Saat ini lahan garam di Desa Nunkurus Kabupaten Kupang dikelola oleh PT Timor Life Stock Lestari.

Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat memantau lahan  garam di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang Minggu 7 Juli 2019 (gambar kiri). Ilustrasi Gubernur Vimtor dan Fokompinda NTT menyaksikan parade karnaval budaya di Alun-Alun Rujab Gubernur di Kupang Senin 19 Agustus 2019 Documen foro : CNC/biro humas ntt. 

Pemerintah dan rakyat NTT khususnya masyarakat di desa Nunkurus menyambut gembira kedatangan Presdien Jokowi. Karena menjadi berkah tersendiri bagia warga desa yang umumnya adalah petani garam. Ini terungkap fakta ketika rombongan Presiden disambut tarian adat oleh 100 penari asal dari Kecamatan Amfoang Selatan.

Pada Rabu 21 Agustus 2019 Presiden Jokowi menggunakan pesawat kepresidenan tiba di Bandara El Tari Kupang  sekitar pukul 09.30 Wita. Presiden ke-7 RI ini menapakkan kakinya di lahan garam di Desa Nunkurus didampingi sang isteri Ny. Iriana Joko Widodo. Juga turut mendampingi Menteri Perhubungan RI , Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Sekjen DPP Nasdem Johny Platen dan beberapa pejabat nasional lainnya.

Saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Presiden dan ibu Negara dijemput oleh Gubernur NTT, Vikotor Bungtilu Laiskodat dan Ny. Julie Sutrisno Laiskodat selaku Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi NTT. Juga Forkompinda NTT diantaranya Kapolda NTT, Irjen.Pol. Raja Erizman, Ketua DPRD NTT,H. Anwar Pua Geno, Kajati NTT, Pathor Rahman,SH,M.H, Danrem 161 Wirasakti, Brigjen TNI.Syaiful Rahman, serta Ketua DPW Nasdem, Raymundus S. Fernandes yang saat ini menjabat sebagai Bupati Timor Tengah Utara (TTU). +++ citra news.com/tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *