Gelorakan CINTA Tanah Air Wakapolda NTT Lakukan Safari

Brigjen Pol Drs. JOHNY Asadoma, M.Hum (kiri) dihadiahi kain tenun ikat NTT oleh Kepala SMKN 5 Kupang, Rabu 02 Oktober 2019. Doc. CNC/marthen radja.

Semangat bela negara dan cinta tanah air perlu ditanamkan lebih dini kepada generasi muda. Dalam menggelorakan spirit ini Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Drs. Johny Asadoma, M. Hum melakukan Safari Kamtibmas ke SMKN 5 Kupang.

Citra-News.Com, KUPANG – WAKIL KEPALA Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Wakapolda NTT), Brigjen.Pol. Drs. JOHNY Asadoma, M.Hum melakukan Safari ke SMKN 5 Kupang. Giat Safari Wakapolda Johny untuk pertama kalinya ke lembaga pendidikan kejuruan ini sekaligus menanamkan sikap patriotisme generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurutnya, situasi keamanan dan ketertiban bangsa ini sedikit memanas setelah ada aksi demo terkait revisi UU KPK. Demikian halnya situasi di Papua beberapa waktu lalu juga terganggu. Tapi semua upaya yang bersifat gangguan Kamtibmas ini tidak berlangsung lama.

Menghadapi hal-hal yang berdampak pada disintegrasi bangsa, tegas orang Nomor Dua di jajaran kepolisian daerah NTT ini, setiap warga negara Indonesia wajib menjaga keutuhan negara dan bangsa dari pengaruh-pengaruh yang sifatnya memecah belah bangsa (disintegrasi, red). Kita wajib menjaga keamanan dan ketertiban bangsa Indonesia karena para founding father kita (pendiri bangsa) sudah meletakan dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang satu dan utuh.

“Sebagai pelajar wujud dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat diantaranya menjauhkan diri dari pengaruh Narkoba dan minuman keras (miras). Sebaiknya memfokuskan diri dengan belajar sungguh-sungguh untuk meraih prestasi,”demikian  Brigjen Pol. Johny dalam arahannya di hadapan civitas akademi SMKN 5 Kupang, Rabu 02 Oktober 2019.

Brigjen Pol Drs. JOHNY Asadoma, M.Hum selaku Inspektur Upacara (Irup) pada apel Safari Kamtibmas di SMKN 5 Kupang, Rabu 02 Oktober 2019. Doc. CNC/marthen radja.

Giat belajar dan disiplin diri, beber dia, telah ia buktikan saat masih di bangku SMA. Karena disiplin diri dan belajar sungguh-sungguh saya (Johny Asadoma, red) punya prestasi gemilang. Saya jadi Juara Satu Sea Games di Singapura tahun 1983. Bayangkan tahun-tahun itu saya satu-satunya orang Indonesia yang bisa mengharumkan bangsa ini di dunia internasional. Kemudian tahun 1984 juara di Olympiade.

Dari prestasi-prestasi yang saya torehkan ini, lanjut dia, terus berlangsung hingga sekarang saya jadi Wakapolda dan berpangkat Brigadir Jendral Polisi (Brigjen Pol).  Tidak semua polisi di Indonesia bisa meraih pangkat sampai Brigjen, ucapnya memotivasi.

“Untuk bisa menjadi orang sukses kita harus berani. Kita harus punya mimpi besar. Orang selalu bijak mengatakan, ‘gantungkan cita-citamu setinggi langit’. Saya bisa meraih prestasi karena saya punya mimpi besar. Bahwa saya suatu saat harus bisa jadi orang sukses,”tegasnya berulang diikuti aplaus dari warga SMKN 5 Kupang.

Brigjen Pol Drs. JOHNY Asadoma, M.Hum dikerumuni siswa calon penerima hadiah handphone di halaman SMKN 5 Kupang, Rabu 02 Oktober 2019. Doc. CNC/marthen radja.

Sebagai sekolah teknologi, kata putra dari Nusa Kenari Alor ini, siswa SMKN 5 Kupang harus punya mimpi kalau suatu saat bisa punya pabrik mobil sendiri. Tentunya ini harus diikuti dengan kerja keras, disiplin diri, focus pada pekerjaan yang sedang dihadapi.

“Jangan saat untuk belajar tiba-tiba ada kawan yang ajak minum mabok (mabuk). Ju loe iko sa (lalu kamu juga ikut saja). Itu sonde mungkin loe (itu tidak mungkin kamu) bisa sukses. Kalo dulu beta sonde mau iko (Kalau dulu saya tidak mau ikut) ajakan kawan yang begitu-begitu. Beta (saya) bilang sorry kawan beta (saya) mau belajar,”ungkapnya dalam dialek Kupang.

Lagi-lagi Johny beri motivasi, karena prestasi bagus sekarang saya jadi Ketua Pertina (Persatuan Tinju Amatir) Indonesia. Sama seperti pak Wiranto dan pak Prabowo. Ini semua tidak gampang diraih tapi melalui kerja keras, tekun dan disiplin, tandasnya.

Untuk mengasah kemampuan siswa menguasasi ilmu pengetahuan,  sang Brigjen Polisi ini di sela-sela pengarahannya, meminta beberapa siswa maju ke hadapannya dan mengemukakan materi apa saja tapi dalam bahasa Inggris. Apalagi setelah menang ujian itu dihadiahi satu unit handphone Galaxy.

Tapi sayang dari 4 (empat) orang siswa tidak satupun yang bisa menyanggupi ketentuan. Meski demikian masing-masing siswa dikantongi uang senilai Rp 50.000. Lalu siapa yang berhasil membawa pulang smartphone ini? Akhirnya handphone ini jatuh ke  tangan NOVITA, mahasiswi PLK dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.

Bagian dari Pendidikan Karakter

Pada kesempatan terpisah, Kepala SMKN 5 Kupang Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno menyatakan, bangga atas kunjungan seorang pejabat Polisi berpangkat Brigjen.

“Terus terang sebagai kepala sekolah kami bangga bapak Wakapolda NTT datang melihat sekolah kami. Ini sebuah wujud perhatian yang luar biasa dari pihak kepolisian dalam upaya memnbvina karakter siswa di sekolah ini,”kata Safirah.

Brigjen Pol Drs. JOHNY Asadoma, M.Hum pose bersama civitas akademi SMKN 5 Kupang, Rabu 02 Oktober 2019. Doc. CNC/marthen radja.

Menurut kepala sekolah (Kasek) yang baru dilantik 5 bulan lalu ini, adalah menjadi tanggung jawab bersama dalam penyelengaraan pendidikan. Ada banyak hal yang perlu mendapat perhatian serius kita bersama yakni soal perilaku beberapa oknum siswa di sekolah ini yang suka minum mabuk dan ugal-ugalan mengendarai sepeda motor.

“Dulu memang ada satu dua kasus kenakalan remaja di sekolah ini. Tapi belakangan sudah berkurang bahkan hamper tidak ada. Kalau ini semakin dilakukan pembinaan-pembinaan maka bisa menepis gangguan Kamtibmas,”tandanya.

Sembari menambahkan,  giat Safari Kamtimbas yang dilakukan Wakapolda NTT dan timnya ini sebagai wujud dari upaya cegah dini (early warning system) bagi kalangan pelajar. Bahwa menjaga lingkungan yang aman dan nyaman juga menjadi bagian dari pendidikan karakter. Lingkungan yang aman dan nyaman datang dari pribadi-pribadi (pelajar) yang juga siap membentengi dirinya dari pengaruh-pengaruh negative. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *